Ternate — istanafm.com. Arus balik penumpang kapal laut usai Idulfitri di Ternate mencapai puncaknya pada Kamis, 26 Maret 2026. Sebanyak 2.483 penumpang tercatat turun di Pelabuhan Ternate, dengan mayoritas berasal dari Ambon dan Baubau.
Kepala Cabang PT Pelni Ternate, M. Lutfi Israr Sutan, mengatakan penumpang terbanyak berasal dari Ambon. “Hari ini sekitar 1.800 penumpang dari Ambon. Selebihnya dari Baubau, Makassar, Jakarta, Surabaya, dan Namlea,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 26 Maret 2026.
Menurut dia, pola ini sesuai dengan tren tahunan, di mana rute Ambon dan Baubau menjadi penyumbang terbesar arus balik ke Ternate.
Pelni memprediksi arus balik masih akan berlanjut dan mencapai puncak berikutnya pada Jumat, 27 Maret 2026. “Untuk prediksi kami, puncaknya besok,” kata Lutfi.
Pada Jumat sore, kapal dijadwalkan tiba sekitar pukul 17.00 WIT dengan rute panjang dari Bitung menuju Ternate, lalu melanjutkan ke Ambon, Namlea, Baubau, Makassar, Surabaya, hingga Jakarta. Saat ini, sekitar 2.000 penumpang tercatat telah naik dari Ternate untuk berbagai tujuan.
“Biasanya yang paling banyak itu tujuan Ambon dan Baubau, seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Selain itu, lonjakan penumpang juga diperkirakan terjadi pada awal April. Kapal KM Dorolonda dijadwalkan tiba di Ternate pada 1 April dari rute Surabaya, Balikpapan, Pantoloan, dan Bitung sebelum melanjutkan perjalanan ke Ambon, Sorong, hingga Jayapura.
“Prediksi kami, penumpang yang turun dari Dorolonda akan cukup banyak,” kata Lutfi.
Sementara itu, kapal KM Sangiang dengan kapasitas sekitar 500 penumpang juga akan melayani arus balik, meski dengan daya angkut lebih kecil.
Secara keseluruhan, Pelni mengoperasikan lima kapal untuk melayani arus balik di wilayah Ternate, yakni KM Labobar, KM Dorolonda, KM Sinabung, KM Tatamailau, dan KM Sangiang.
Menurut Lutfi, layanan tahun ini relatif sama dengan tahun sebelumnya. Namun, terdapat penyesuaian rute pada KM Dorolonda yang dialihkan ke Ambon karena tingginya permintaan penumpang pada lintasan tersebut.
“Biasanya rute Ternate–Ambon sangat padat, sehingga dilakukan deviasi untuk mengakomodasi lonjakan penumpang,” kata dia. (Rifal)