Next Post

220 Pelajar Sekolah Rakyat Maluku Utara Belajar Kelola Keuangan

d57321b5-c648-471c-a787-acae98a16eaf

Halbar — istanafm.com. Sebanyak 220 pelajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Maluku Utara mengikuti edukasi literasi dan inklusi keuangan di Rioribati, Halmahera Barat, Kamis, 20 Agustus 2026.

Kegiatan itu menjadi puncak Hari Indonesia Menabung Provinsi Maluku Utara 2026 sekaligus penutupan Bulan Literasi Keuangan 2026. Agenda tersebut juga menjadi bagian dari penguatan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

Program itu digelar melalui kolaborasi Lentera Malut yang melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), dan Bank Indonesia Maluku Utara.

Kepala OJK Maluku Utara Adi Surahmat mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Edukasi keuangan, kata dia, merupakan bagian dari upaya membentuk generasi muda yang cakap, bijak, aman, dan inklusif dalam mengelola keuangan.

Menurut Adi, sejak Januari 2026 OJK Maluku Utara telah menggelar lebih dari 31 kegiatan edukasi keuangan di seluruh 10 kabupaten dan kota di Maluku Utara. Kegiatan itu juga menjangkau wilayah kepulauan terluar yang membutuhkan perjalanan laut berjam-jam.

Empat narasumber memberikan materi kepada para pelajar. Risman Ibrahim dari Kantor OJK Maluku Utara mengajak siswa menjadi pelajar cerdas keuangan dan memahami risiko kejahatan digital, seperti phishing, rekayasa sosial, serta penipuan melalui tautan mencurigakan.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara Fadhil Muhammad menjelaskan peran BI sebagai bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai rupiah. Ia juga mendorong para pelajar berani memiliki cita-cita besar.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Maluku Utara Muhammad Priandi memperkenalkan APBN sebagai uang negara untuk masa depan. Materinya mencakup sumber penerimaan negara dan pemanfaatannya untuk pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur.

Materi edukasi ditutup oleh Rizki Amalia, Business and Transaction Relationship Manager BNI Kantor Cabang Ternate. Ia memperkenalkan produk Tabungan Simpanan Pelajar atau SimPel sebagai sarana membangun kebiasaan menabung sejak dini.

Adi menyampaikan empat pesan kepada para pelajar. Mereka diminta membedakan kebutuhan dan keinginan, membiasakan menabung meski hanya Rp2.000 hingga Rp5.000 sehari, tidak mudah tergiur tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat, serta menjaga data pribadi seperti PIN, kata sandi, dan kode OTP.

“Jangan takut bermimpi besar. Mulailah dari kebiasaan kecil, belajarlah mengelola uang sejak sekarang, menabunglah untuk cita-cita, dan jadilah generasi yang cerdas secara finansial,” kata Adi.

Sebagai tindak lanjut, para pelajar difasilitasi membuka rekening tabungan pelajar melalui dukungan Bank BNI. Langkah itu diharapkan membuat edukasi yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari.

OJK Maluku Utara menyebut kegiatan tersebut terlaksana melalui dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Dinas Pendidikan, Kanwil DJPb, Bank Indonesia, BNI Kantor Cabang Ternate, serta Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Maluku Utara.

Sinergi antarlembaga tersebut diharapkan memperluas akses dan meningkatkan literasi masyarakat, terutama generasi muda, dalam menggunakan produk dan layanan jasa keuangan secara aman dan bertanggung jawab. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11