Ternate — istanafm.com. Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Maluku Utara, Muhammad Zaber Wahid, menyatakan jumlah jemaah haji asal Maluku Utara tahun ini mencapai 788 orang. Jumlah itu terdiri dari 785 jemaah utama dan tiga orang cadangan.
“Total jemaah haji Maluku Utara 788 orang, termasuk cadangan. Mereka akan dibagi dalam dua kloter, yakni kloter 13 dan kloter 15,” kata Zaber kepada Istana FM, Rabu, 25 Maret 2026.
Ia menjelaskan, kloter 13 merupakan gabungan jemaah dari Kota Ternate dan sembilan kabupaten/kota di Maluku Utara. Sementara kloter 15 diisi khusus oleh jemaah asal Kota Ternate dengan jumlah sekitar 390 orang.
Untuk jadwal keberangkatan, kloter 13 direncanakan masuk asrama haji pada 28 April 2026 dan berangkat ke Makassar pada 29 April. Adapun kloter 15 dijadwalkan masuk asrama pada 29 atau 30 April dan diberangkatkan pada 30 atau 31 April 2026. Meski demikian, Zaber menegaskan jadwal tersebut masih menunggu kepastian dari pihak embarkasi Makassar.
“Kami belum mendapatkan jadwal final dari Makassar, tetapi Maluku Utara dipastikan dalam dua kloter, yaitu 13 dan 15,” ujarnya.
Terkait maskapai, pihaknya telah mengajukan penawaran kepada tiga perusahaan penerbangan, yakni Lion Air, Garuda Indonesia, dan Sriwijaya Air. Dari hasil evaluasi, Sriwijaya Air dinilai memenuhi persyaratan yang diajukan panitia.
“Kemungkinan besar akan menggunakan Sriwijaya Air karena memenuhi kriteria yang kami ajukan,” kata Zaber.
Ia menambahkan, seluruh dokumen administrasi jemaah seperti paspor telah rampung. Sementara visa masih dalam proses pencetakan di tingkat kantor wilayah dan terus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.
Menurut dia, pihaknya berupaya memastikan seluruh layanan berjalan optimal, mulai dari proses keberangkatan hingga pelayanan di embarkasi, guna menjamin kenyamanan jemaah.
Selain itu, jemaah diimbau memastikan seluruh dokumen perjalanan telah lengkap untuk menghindari kendala administratif.
Untuk aspek kesehatan, tahap pemeriksaan awal telah selesai dilakukan. Pemeriksaan lanjutan, tutur Zaber, masih menunggu jadwal dari tim kesehatan dan diperkirakan dilakukan setelah Idulfitri.
“Kemungkinan setelah enam hari Lebaran baru ada informasi pemeriksaan lanjutan dari tim kesehatan,” pungkas dia. (Rifal)