Next Post

Aksi Blokade di Dufa-Dufa, Warga Protes Perubahan Rute Kapal

f2b2c1ba-5779-4d40-b515-dde0f09b4715

Ternate — istanafm.com. Pelaku usaha dan pekerja di kawasan Pasar Dufa-Dufa, Kota Ternate, menggelar aksi demonstrasi memprotes perubahan rute kapal KM Queen Mary dan KM Cahaya Nusantara di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II, Dufa-Dufa, Kamis, 26 Februari 2026.

Aksi dilakukan dengan memblokir akses jalan utama di pertigaan Dufa-Dufa menuju Bandara Sultan Babullah, tepat di depan AIKOM Ternate. Arus lalu lintas sempat dialihkan di bawah pengawalan aparat keamanan.

Massa menilai kebijakan pemindahan rute kapal pada lintasan Morotai–Ternate memicu ketidakpastian ekonomi bagi pelaku usaha di kawasan tersebut. Perubahan rute dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas bongkar muat, distribusi barang, serta mata pencaharian masyarakat pesisir.

Sebelumnya, KM Cahaya Nusantara beroperasi di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II. Namun kebijakan terbaru menetapkan KM Queen Mary berlabuh di pelabuhan itu, menggantikan posisi operasional yang sebelumnya dijalankan dari Pelabuhan Ahmad Yani.

Salah satu warga, Kahar, menuturkan aksi serupa sebelumnya juga pernah dilakukan warga. Menurut dia, persoalan perubahan aktivitas kapal sudah lama dikeluhkan masyarakat.

“Aksi ini sudah berulang. Waktu itu dari Halmahera Barat ke Ternate tidak lagi sandar di Pelabuhan Dufa-Dufa, tapi dipindahkan ke bagian bawah. Masyarakat kemudian melakukan aksi blokade jalan di kawasan kantor Kecamatan Ternate Utara. Itu aksi pertama, dan ini yang kedua yang lebih besar,” kata Kahar kepada Istana FM.

Ia menyebut, pada aksi kali ini warga memblokir tiga titik jalan, mulai dari jalur belakang hingga akses utama menuju bandara.

Warga, tutur dia, menuntut kepastian operasional kapal di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II serta perlindungan terhadap keberlangsungan lapangan kerja masyarakat Dufa-Dufa.

Mereka juga menekankan pemerintah tidak hanya mempertimbangkan aspek administratif dan teknis pelayaran, tetapi juga dampak sosial ekonomi yang dirasakan warga.

“Kalau ini tidak diantisipasi pemerintah kota maupun provinsi, dampaknya bisa meluas. Masalah kecil seperti ini jangan diabaikan,” ujar Kahar. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11