Ternate – istanafm.com. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas II Sultan Babullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca buruk di sebagian wilayah Maluku Utara selama tiga hari ke depan, mulai Sabtu, 7 Maret hingga Senin, 9 Maret 2026.
Prakirawan BMKG Ternate, Dzikri, mengatakan sebagian besar wilayah Maluku Utara berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Namun di beberapa daerah diperkirakan terjadi hujan lebat.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat antara lain Kecamatan Loloda, Ibu, dan Jailolo di Kabupaten Halmahera Barat, Batang Dua di Kota Ternate, serta Patani dan Pulau Gebe di Kabupaten Halmahera Tengah.
“Cuaca ini dipengaruhi oleh adanya bibit siklon tropis 90S yang melintas di Samudera Hindia bagian selatan, aktifnya gelombang Kelvin, serta sirkulasi siklonik yang bergerak ke arah barat menuju wilayah Maluku Utara,” kata Dzikri kepada Istana FM, Jumat, 6 Maret 2026.
Menurut dia, kondisi tersebut memicu peningkatan potensi hujan yang dapat disertai angin kencang di sejumlah wilayah.
Selain itu, kecepatan angin di wilayah Maluku Utara diperkirakan berkisar antara 5 hingga 40 kilometer per jam dengan arah dominan dari barat laut. Peningkatan kecepatan angin tersebut juga berpotensi memicu kenaikan tinggi gelombang laut.
“Gelombang diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 2 meter dan berpotensi meningkat terutama di perairan Morotai, perairan Loloda, serta perairan Gebe dan sekitarnya,” ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang yang dapat terjadi akibat hujan dan angin kencang.
Masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan juga diminta lebih berhati-hati karena gelombang tinggi berpotensi memicu kecelakaan laut.
“Warga diharapkan tetap waspada dan terus memantau informasi perkembangan cuaca dari BMKG,” kata Dzikri. (Rifal)