Next Post

BMKG Ingatkan Gelombang hingga 2,5 Meter di Perairan Maluku Utara

d43d5b95-1ed2-431c-8aac-ea59aa900005

Ternate – istanafm.com. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Babullah Ternate memperingatkan potensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Maluku Utara.

Peringatan tersebut berlaku mulai 22 Agustus pukul 09.00 WIT hingga 25 Agustus 2026 pukul 09.00 WIT. BMKG meminta masyarakat, terutama nelayan dan operator kapal, memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Babullah Ternate, Marini Zahrina Ismah Albaar, mengatakan potensi gelombang tinggi terjadi di sejumlah wilayah perairan Maluku Utara.

“Gelombang 1,25 sampai 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan Maluku Utara,” kata Marini dalam informasi tinggi gelombang BMKG, Jumat, 21 Agustus 2026.

Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tersebut antara lain Perairan Tenggara Morotai, Perairan Timur Laut Morotai, Perairan Barat Laut Morotai, Perairan Kepulauan Loloda, Perairan Kepulauan Batang Dua, Perairan Halmahera Barat, dan Perairan Ternate.

Potensi gelombang serupa juga diperkirakan terjadi di Perairan Barat Kayoa, Perairan Barat Bacan, Perairan Barat Daya Obi, Perairan Barat Laut Obi, Perairan Timur Kepulauan Halmahera, Teluk Weda, Perairan Gebe, Perairan Tenggara Obi, Perairan Utara Mangole, Perairan Timur Sanana, serta Perairan Selatan Taliabu.

BMKG menyebut kondisi tersebut dipengaruhi pola angin di wilayah Indonesia. Di wilayah utara ekuator, angin umumnya bertiup dari tenggara hingga barat daya, sedangkan di wilayah selatan Indonesia angin bergerak dari timur hingga tenggara.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di sejumlah wilayah, di antaranya Laut Natuna Utara, Selat Makassar, Laut Maluku, Laut Arafura, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga utara Papua.

BMKG mengingatkan kondisi laut tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan dinilai berisiko ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.

Sementara kapal tongkang berisiko apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.

Marini mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang sebelum berlayar. Informasi terbaru mengenai cuaca dan gelombang juga perlu dipantau untuk mengantisipasi perubahan kondisi di laut. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11