Ternate – istanafm.com. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca wilayah Maluku Utara, Jumat, 23 Mei 2026 pukul 12.10 WIT.
BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang mulai pukul 12.40 WIT di sejumlah wilayah.
Daerah yang diperkirakan terdampak meliputi Kabupaten Halmahera Utara, khususnya Tobelo Utara.
Selanjutnya Kabupaten Halmahera Selatan di wilayah Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Timur meliputi Wasile Selatan, Maba Utara, dan Kota Maba, serta Kota Tidore Kepulauan di wilayah Tidore Timur.
BMKG juga menyebutkan kondisi cuaca tersebut berpotensi meluas ke sejumlah daerah lain, antara lain Jailolo, Loloda, Sahu, Jailolo Selatan, Tabaru, dan Sahu Timur di Kabupaten Halmahera Barat.
Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga diperkirakan terjadi di Pulau Gebe, Weda Utara, Weda Tengah, dan Weda Timur di Kabupaten Halmahera Tengah.
Di Kabupaten Halmahera Utara, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Galela, Tobelo, Tobelo Selatan, Tobelo Tengah, Tobelo Barat, hingga Kao Teluk.
Sementara di Kabupaten Halmahera Selatan, hujan lebat diperkirakan dapat terjadi di Bacan, Bacan Barat, Bacan Barat Utara, Bacan Selatan, Kepulauan Botanglomang, Mandioli Selatan, dan Mandioli Utara.
Untuk Kabupaten Halmahera Timur, wilayah yang masuk dalam peringatan dini antara lain Wasile, Maba, Maba Selatan, Wasile Tengah, Wasile Utara, Wasile Timur, dan Maba Tengah.
BMKG juga mengingatkan masyarakat di Kota Ternate agar mewaspadai potensi hujan lebat di Pulau Ternate, Ternate Selatan, Ternate Utara, Moti, Ternate Tengah, dan Pulau Hiri.
Sedangkan di Kota Tidore Kepulauan, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Tidore, Oba Utara, Tidore Selatan, Tidore Utara, dan Oba Tengah.
“Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 14.40 WIT,” demikian pernyataan BMKG dalam pembaruan peringatan dini cuaca.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi genangan air, banjir lokal, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas pelayaran dan transportasi akibat cuaca ekstrem tersebut. (Rifal)