Next Post

BPS: Inflasi Maluku Utara Naik Jadi 5,05 Persen pada Juni 2026

48a3aba9-a10b-4263-8675-e1674a09577a

Ternate – istanafm.com. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Juni 2026 mencapai 5,05 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan inflasi Mei 2026 yang sebesar 2,82 persen.

Kenaikan harga terutama dipicu kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi yang menjadi penyumbang terbesar inflasi di Maluku Utara.

Dalam rilis BPS, Rabu, 1 Juli 2026, inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Juni 2026 tercatat sebesar 2,45 persen. Sementara inflasi tahun kalender atau sejak Januari hingga Juni 2026 mencapai 5,16 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan dengan andil 1,55 persen setelah mengalami kenaikan harga sebesar 4,44 persen. Adapun kelompok transportasi menyumbang inflasi sebesar 0,56 persen dengan kenaikan harga mencapai 5,21 persen.

Secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan andil 2,34 persen, disusul kelompok transportasi sebesar 1,25 persen.

BPS mencatat sejumlah komoditas menjadi pemicu utama inflasi tahunan di Maluku Utara, yakni tarif angkutan udara, bensin, ikan cakalang, solar, emas perhiasan, dan bahan bakar rumah tangga.

Sementara untuk inflasi bulanan, kenaikan harga bensin menjadi penyumbang terbesar, diikuti ikan cakalang, ikan malalugis, cabai rawit, dan bawang merah.

Di tingkat kabupaten dan kota, Kota Ternate mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 5,48 persen dengan inflasi bulanan mencapai 2,77 persen. Sementara Kabupaten Halmahera Tengah mengalami inflasi tahunan sebesar 3,11 persen dan inflasi bulanan 0,96 persen.

Di Halmahera Tengah, kelompok transportasi menjadi penyumbang utama inflasi bulanan dengan andil 0,62 persen. Adapun secara tahunan, kelompok transportasi dan makanan, minuman, serta tembakau sama-sama menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan masing-masing andil 1,37 persen.

BPS juga mencatat sejumlah komoditas mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi pada Juni 2026. Di tingkat provinsi, tarif angkutan laut menjadi komoditas yang paling besar menahan inflasi, disusul ikan kembung, ketimun, pisang, dan solar. Sementara di Halmahera Tengah, penurunan harga ikan cakalang, kangkung, solar, dan beras ikut meredam kenaikan harga.

Meski demikian, tingginya kenaikan harga pada sektor pangan dan transportasi membuat inflasi Maluku Utara pada Juni 2026 tetap berada di atas lima persen secara tahunan. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11