Ternate – istanafm.com. Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap Dr. Wildan, S.S., M.Hum, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (FIB Unkhair), yang hilang akibat kecelakaan kapal longboat di perairan Halmahera Selatan. Hingga hari keempat operasi pencarian, Senin, 26 Januari 2026, korban belum ditemukan.
Komandan Unit Basarnas Halmahera Selatan, Husen Abubakar, mengatakan operasi pencarian berjalan tanpa kendala teknis. Seluruh zona pencarian yang telah ditetapkan berhasil disisir sesuai rencana.
“Pencarian hari ini berjalan lancar,” kata Husen.
Ia menjelaskan, pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan pola yang sama dan dimulai lebih awal untuk mengantisipasi perubahan cuaca. Area pencarian terus diperluas mengikuti arah arus laut dan kemungkinan terakhir keberadaan korban.
Ketua Tim Universitas Khairun, Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum, menyampaikan bahwa seluruh upaya telah dilakukan bersama Tim SAR Gabungan. Ia mengajak civitas akademika Unkhair dan masyarakat Maluku Utara untuk turut mendoakan keselamatan dan keberadaan Dr. Wildan.
Peristiwa kecelakaan terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026. Longboat yang ditumpangi Dr. Wildan berangkat dari Pelabuhan Babang menuju Desa Piga Raja sekitar pukul 14.00 WIT. Saat melintas di perairan Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, kapal diterjang angin kencang dan ombak tinggi hingga terbalik dan tenggelam.
Memasuki hari keempat pencarian, Tim SAR Gabungan melaksanakan operasi sesuai Rencana Operasi SAR H4 dengan membagi personel ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU). Total luasan wilayah pencarian mencapai ratusan mil laut persegi.
Unsur yang terlibat dalam operasi pencarian meliputi Basarnas, Polairud, TNI, BPBD, Polres Halmahera Selatan, Korps Brimob, Polsek Bacan Timur Tengah, Kodim 1509/Labuha, Dinas Perhubungan Halmahera Selatan, KPLP Babang, Tim Unkhair, serta masyarakat nelayan setempat. (Rifal)