Next Post

Ekspor Maluku Utara Juni 2026 Tembus US$1,46 Miliar, Naik 48 Persen

ed036d0a-3445-4307-9e13-8d5147a3173f

Ternate — istanafm.com. Nilai ekspor Maluku Utara pada Juni 2026 mencapai US$1,46 miliar. Angka tersebut meningkat 48,47 persen dibandingkan Juni 2025 yang tercatat US$986,17 juta.

Data tersebut dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara pada Senin, 3 Agustus 2026, dalam Berita Resmi Statistik Nomor 40/08/82/Th. XXV tentang Perkembangan Ekspor dan Impor Maluku Utara Juni 2026.

Kenaikan ekspor itu berlangsung bersamaan dengan peningkatan impor. Nilai impor Maluku Utara pada Juni 2026 mencapai US$757,83 juta, naik 35,16 persen dibandingkan Juni 2025 yang sebesar US$560,68 juta.

Dengan nilai ekspor yang lebih besar daripada impor, Maluku Utara mencatat surplus perdagangan US$706,32 juta pada Juni 2026.

Jika dilihat dalam setahun terakhir, nilai ekspor Maluku Utara bergerak fluktuatif. Ekspor tertinggi terjadi pada Maret 2026 sebesar US$1,66 miliar, disusul Mei 2026 sebesar US$1,65 miliar. Pada Juni, nilainya turun menjadi US$1,46 miliar.

Sementara itu, impor pada Juni meningkat dibandingkan Mei yang tercatat US$644,43 juta. Namun angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan impor Januari 2026 sebesar US$848,94 juta.

Surplus perdagangan mencapai US$4,76 miliar

Sepanjang Januari-Juni 2026, nilai ekspor Maluku Utara berdasarkan data bulanan BPS mencapai sekitar US$8,34 miliar. Dalam periode yang sama, nilai impor mencapai sekitar US$3,58 miliar.

Dengan demikian, neraca perdagangan Maluku Utara pada semester pertama 2026 mencatat surplus sekitar US$4,76 miliar.

Tiongkok masih menjadi pasar utama ekspor Maluku Utara. Pada periode Januari-Juni 2026, nilai ekspor ke negara tersebut mencapai US$7,616,16 miliar.

Selain Tiongkok, ekspor Maluku Utara juga mengalir ke Korea Selatan sebesar US$178,47 juta dan Turki sebesar US$159,04 juta.

Dari sisi impor, Tiongkok kembali menjadi negara asal utama barang yang masuk ke Maluku Utara dengan nilai US$1,966,03 miliar. Berikutnya Filipina sebesar US$367,52 juta dan Arab Saudi sebesar US$296,53 juta.

Dominasi Tiongkok dalam perdagangan Maluku Utara menunjukkan kuatnya keterkaitan ekonomi daerah dengan pasar dan industri negara tersebut. Kinerja ekspor Maluku Utara dalam beberapa tahun terakhir juga banyak ditopang aktivitas industri pengolahan mineral, terutama besi dan baja serta komoditas berbasis nikel.

BPS sebelumnya mencatat besi dan baja serta nikel menjadi komoditas utama ekspor Maluku Utara. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11