Ternate – istanafm.com. Fakultas Hukum Universitas Khairun (FH Unkhair) menginisiasi workshop kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) guna memperkuat daya saing lulusan di tengah perubahan global dan tuntutan dunia kerja. Workshop digelar di Aula Nuku, Lantai IV Rektorat Kampus II Unkhair, Ternate, Selasa, 23 Desember 2025.
Kegiatan bertajuk “Transformasi Kurikulum Pendidikan Tinggi Ilmu Hukum Berbasis Outcome-Based Education (OBE): Membangun Lulusan Berdaya Saing di Era Disrupsi Hukum dan Teknologi” ini menjadi bagian dari upaya penyesuaian kurikulum dengan dinamika perkembangan hukum, teknologi, dan kebutuhan pasar kerja.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Unkhair, Hasan Hamid, mengatakan transformasi kurikulum merupakan kebutuhan mendesak di era percepatan perubahan global dan Society 5.0. “Perguruan tinggi dituntut adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja yang terus berubah,” katanya.
Menurut Hasan, revitalisasi kurikulum idealnya dilakukan secara berkala karena kurikulum yang dirancang hari ini akan diterapkan dan dirasakan dampaknya dalam empat tahun ke depan. “Jika tidak diperbarui, lulusan berpotensi mengalami kebingungan saat memasuki dunia kerja, sementara dinamika hukum dan teknologi bergerak sangat cepat,” ujarnya.
Karena itu, Unkhair melibatkan alumni dan pemangku kepentingan dalam perumusan kurikulum. Kurikulum berbasis OBE, kata Hasan, diperkuat melalui pengembangan soft skills, mikro kredensial, kemampuan praktis, penguasaan bahasa Inggris, serta literasi teknologi digital.
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Unkhair, Jamal H. Arsyad, menyebut workshop kurikulum merupakan agenda rutin tahunan FH Unkhair untuk memastikan kesesuaian kurikulum dengan perkembangan global, digitalisasi, dan kebutuhan masyarakat.
Ia mengatakan FH Unkhair saat ini memiliki dua program studi berstatus unggul, yakni Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) Ilmu Hukum, serta tengah mempersiapkan pembukaan Program Doktor (S3) dan Program Kenotariatan.
“OBE menjadi landasan penting untuk mendorong internasionalisasi Fakultas Hukum, sekaligus menyiapkan lulusan yang kompetitif dan relevan,” kata Jamal.
Jamal juga mengapresiasi kontribusi alumni dan para pemangku kepentingan yang selama ini mendukung pengembangan institusi, terutama dalam penguatan akreditasi. Ia berharap workshop ini menghasilkan rumusan kurikulum yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan hukum dan teknologi.
Workshop tersebut menghadirkan sejumlah pemateri dan pemangku kepentingan di bidang hukum, antara lain Guru Besar FH Unkhair, Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia (INI) Maluku Utara Helmi, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Maluku Utara M. Bachtiar Husni, serta Kasubdit 2Fismondev Ditreskrimsus Polda Maluku Utara Kompol H. Tajuddin. (Rifal)