Next Post

FKDAS MKR Kritik Pemkot, Jalan Lingkar Hiri Putus Setahun Belum Dipulihkan

8b6bd3ef-49c6-4b8f-86cf-08a1e4894778

Ternate – istanafm.com. Ketua Forum Koordinasi Daerah Aliran Sungai Maluku Kie Raha (FKDAS MKR), Much. Hidayah Marasabessy, mengkritik Pemerintah Kota Ternate karena dinilai lamban menangani jalan lingkar Pulau Hiri yang terputus akibat longsor sejak Maret 2025.

Menurut Hidayah, selama lebih dari satu tahun pemerintah hanya sekali menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsoran. Setelah itu, tidak ada lagi langkah lanjutan yang mampu memulihkan akses masyarakat.

“Baru satu kali mereka datang membawa alat berat. Setelah itu belum ada solusi. Jalur itu seharusnya dibangun jembatan atau gorong-gorong, tetapi dibiarkan begitu saja,” kata Hidayah kepada Istana FM, Senin, 27 Juli 2026.

Akibatnya, akses jalan dari Dorari Isa menuju Tomajiko hingga kini belum dapat dilalui kendaraan roda empat. Warga hanya menggunakan sepeda motor dengan risiko tertimpa material longsoran yang masih terus berjatuhan.

Menurut Hidayah, kerja bakti masyarakat atau babari yang telah dilakukan beberapa kali hanya mampu membuka jalur sementara dan bukan penyelesaian permanen.

“Sudah dua kali masyarakat bergotong royong membersihkan jalan. Itu bukan solusi karena material longsor terus turun,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah seharusnya membangun jembatan atau gorong-gorong pada titik aliran air yang tertutup badan jalan. Tanpa perbaikan konstruksi, longsor akan terus berulang setiap musim hujan.

Hidayah mengatakan pemerintah sempat mendatangkan alat berat sekitar April atau Mei 2025. Namun setelah pekerjaan selesai, tidak ada lagi tindak lanjut hingga sekarang.

Ia mengaku prihatin setelah menerima video terbaru dari warga yang memperlihatkan kondisi jalan masih tertutup material longsoran.

“Pulau Hiri hanya berjarak selemparan batu dari Sulamadaha, tetapi seperti terlupakan dalam pembangunan,” katanya.

Karena itu, Hidayah mendesak Pemerintah Kota Ternate bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Ake Malamo, Balai Wilayah Sungai (BWS), dan DPRD segera melakukan restorasi jalan lingkar Pulau Hiri agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal.

“Yang dibutuhkan masyarakat sekarang adalah solusi permanen, bukan sekadar membersihkan material longsor,” ujarnya. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11