Ternate — istanafm.com. Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman resmi membuka Ternate Gastronomy Festival 2025 bertajuk Elevating the Museum of Gastronomy in the Spice City di kawasan Benteng Oranje, Selasa, 23 Desember 2025. Festival ini menegaskan kembali identitas Ternate sebagai kota rempah sekaligus ruang hidup bagi ekosistem gastronomi dan kreativitas warga.
Dalam sambutannya, Tauhid mengatakan festival tersebut menggabungkan kuliner, seni, pengetahuan, film, dan perjalanan rempah untuk menghidupkan ingatan kolektif masyarakat.
Menurut dia, publik tidak hanya diajak mencicipi makanan, tetapi juga memahami cerita di balik setiap hidangan—mulai dari kebun rempah, dapur tradisional, pasar rakyat, hingga gagasan tentang masa depan gastronomi Ternate.
Momentum festival, kata Tauhid, semakin bermakna karena bertepatan dengan Hari Ibu. Ia menyebut para ibu memegang peran kunci dalam menjaga dan mewariskan tradisi gastronomi.
“Di tangan para ibu, rempah bukan sekadar masakan, tetapi pengetahuan, nilai, dan cinta yang diwariskan lintas generasi,” ujarnya.
Tauhid menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ternate untuk terus mendukung pengembangan gastronomi sebagai bagian dari pembangunan budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Festival ini, kata dia, diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, seniman, dan generasi muda agar warisan rempah tetap hidup dan berkembang.
Ia juga menyinggung peran kawasan benteng sebagai ekosistem yang menyatukan ruang, ide, dan komunitas. Menurut Tauhid, energi kegiatan di Benteng Oranje muncul karena ketiga unsur tersebut saling bersinergi. Ia mengingatkan bahwa penegasan identitas Ternate sebagai kota rempah telah diakui negara dan perlu terus dirawat melalui kegiatan kreatif.
“Meski Ternate tidak memiliki sumber daya alam seperti daerah lain, kota ini punya keunggulan yang berbeda. Inilah nyawa kota Ternate—hidup melalui kegiatan kreatif komunitasnya,” kata Tauhid. Ia menambahkan, pemerintah daerah menempatkan kegiatan kebudayaan dan kreatif sebagai bagian penting dari pendapatan dan penggerak ekonomi kota.
Tauhid berharap Ternate ke depan tidak hanya dikenal sebagai kota rempah, tetapi juga kota gastronomi, terutama di kawasan Indonesia timur. Ia menutup sambutan dengan menyampaikan selamat Hari Ibu serta apresiasi kepada komunitas dan tokoh-tokoh perempuan yang dinilainya menjadi kekuatan utama penggerak gastronomi dan ekonomi kreatif Ternate. (Rifal)