Next Post

Gubernur Malut Didesak Copot Sekertaris Dikjar

51DC395A-039C-466A-A905-FE906C476F70

TERNATE, ISTANAFM – Gubernur Maluku Utara KH Abdul Ghani Kasuba didesak untuk segera mencopot FA dari jabatannya sebagai Sekertaris Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Provinsi Maluku Utara (Malut).

Desakan itu datang dari aktifis Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) yang melakukan aksi demo di kediaman Gubernur Malut, Senin (17/7/2023).

Desakan LMND ini karena akhir akhir ini kinerja Disdikjar Malut menjadi sorotan tajam publik Malut, karena berbagai persoalan yang merugikan masyarakat dan Dunia Pendidikan itu sendiri.

Dikatakan, masalah mulai dari penempatan Kepala Sekolah ditingkat SMA dan SMK yang terus menunai protes dari berbagai kalangan, isu bagi-bagi proyek yang dimainkan oleh oknum pejabat Dikjar.

Olehnya itu, aktivis LMND melakukan aksi demo penolakan Fahmi sebagai Kadis Dikjar Provinsi Malut dengan mendesak Gubernur Malut untuk segera mencopotnya.

Pihak LMND juga mendesak Pimpinan DPRD Provinsi Malut agar segera mengontrol oknun anggota DPRD Malut yang diduga kuat ikut mengintervensi Proyek Pokja ULP/UPBJ.

Bahkan aksi yang berlangsung hingga ke Polda Maluku Utara ini Aktifis LMND meminta kepada Kapolda Malut melalui Reskrimmum Polda Malut agar segera memanggil Fahmi untuk diperiksa terkait pekerjaan Proyek Bidang Pendidikan yakni Proyek Swakelola yang sejatinya dikerjakan oleh pihak Sekolah bersama Komite namun Proyek tersebut malah dibagi-bagikan kepada oknum-oknum Rekanan yang memiliki kedekatan dengan sang Kadis maupun Sekertaris Dinas Dikjar Provinsi Malut.

Dalam orasi itu, aktivis LMND menguraikan berbagai permasalahan Pekerjaan Proyek pada Dikjar Malut yang didanai oleh anggaran DAK tahun 2022 dan 2023, yang seharusnya melalui proses tender sehingga dapat menjamin kualitas pekerjaan maupun satuan harga dan spesifikasi pekerjaan dapat dijamin sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Namun malah berbagai proyek yang dikelola oleh Dinas Dikjar Malut hanya menggunakan cara Penunjukan Langsung (PL) sehingga banyak pelaksana pekerjaan tidak tuntas bahkan kualitasnya juga sangat diragukan, seperti halnya pembangunan satu Ruang Perpustakaan dan rehab atap maupun plafon Gedung SMA Negeri I Labuha Kabupaten Halmahera Selatan yang terbengkalai.

Sementara itu, Sekertaris Dikjar Malut Fahmi saat dikonfirmasi Wartawan IstanaFM untuk tidak mau berkomentar. “No coment, ” ujar Fahmi sambil berlalu.(Jaja On)

 

 

Editor: Team

Reporter: Fajarudin Limau

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

ban11