Next Post

Harga Tahu Tempe Merangkak Naik di Ternate

a4ce5257-513e-4f7d-b2d3-5c8ee4b68466

Ternate – istanafm.com. Harga tahu dan tempe di Kota Ternate mengalami kenaikan dalam dua bulan terakhir. Kenaikan itu dipicu meningkatnya biaya produksi, mulai dari harga bahan baku kedelai hingga biaya bahan bakar untuk operasional pengolahan.

Pengelola UD Kawisari atau yang dikenal masyarakat sebagai Tahu Jambula, Tri Widodo, mengatakan harga tahu saat ini dijual Rp3 ribu per biji, sedangkan tempe dijual Rp4 ribu per bungkus.

“Sebelumnya tahu masih Rp2.500 per biji, sekarang sudah naik,” kata Tri saat ditemui di lokasi pengolahan tahu dan tempe di Kelurahan Jambula, Kecamatan Ternate Pulau, Rabu, 20 Mei 2026.

Menurut dia, kenaikan harga sudah berlangsung sekitar dua bulan terakhir. Penyebab utamanya berasal dari meningkatnya harga bahan baku dan biaya operasional produksi.

Sementara itu, harga kedelai di tingkat nasional kini berkisar antara Rp10.500 hingga Rp13.500 per kilogram tergantung wilayah dan jenis kedelai. Kondisi tersebut ikut mempengaruhi biaya produksi tahu dan tempe di tingkat pengrajin.

Selain kedelai, kenaikan harga bahan bakar juga disebut menjadi beban tambahan bagi pelaku usaha pengolahan tahu dan tempe.

“Bahan bakar sekarang bukan sekadar naik, tapi melonjak,” ujarnya.

Tri menerangkan proses produksi tahu dan tempe di tempat usahanya masih bergantung pada mesin berbahan bakar minyak, seperti mesin penggiling dan mesin pengukus. Namun karena solar sulit diperoleh, pelaku usaha terpaksa menggunakan dexlite yang harganya lebih mahal.

“Solar sekarang susah, jadi kita pakai dex sebagai alternatif bahan bakar,” katanya.

Dia berharap pemerintah dapat memberikan solusi terhadap persoalan distribusi dan harga bahan bakar yang digunakan pelaku usaha kecil, terutama pengrajin makanan seperti tahu dan tempe.

Menurut Tri, kenaikan harga pangan di pasar saat ini juga berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Kondisi tersebut membuat penjualan tahu dan tempe ikut mengalami penurunan.

“Peningkatan harga-harga di pasar membuat daya beli masyarakat menurun,” pungkasnya. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11