Next Post

Hasby Yusuf Desak Pemerintah Lindungi Gunung Wato-wato dari Ekspansi Tambang PT Priven

88c3f9cc-1f2e-4d89-b8a4-0c36d3b73bf5

Ternate – istanafm.com. Rencana operasi PT Priven Lestari di kawasan Gunung Wato-wato, Kabupaten Halmahera Timur, kembali menuai sorotan. Perluasan wilayah produksi perusahaan tambang tersebut dinilai berpotensi mengancam ruang hidup masyarakat, terutama sumber air bersih yang selama ini menjadi penopang kebutuhan warga di sekitar kawasan.

Anggota DPD RI dari daerah pemilihan Maluku Utara, Hasby Yusuf, menilai aktivitas pertambangan di Gunung Wato-wato merupakan persoalan serius karena kawasan itu menjadi sumber kehidupan masyarakat lokal. Menurut dia, wilayah tersebut semestinya tidak diberikan izin untuk kegiatan pertambangan.

“Kawasan ini seharusnya tidak boleh diberikan izin pertambangan. Kalau dieksploitasi, tentu akan berdampak pada warga lokal,” kata Hasby kepada Istana FM.

Ia meminta pemerintah pusat meninjau kembali Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Priven Lestari yang beroperasi di kawasan yang menjadi sumber air warga sekaligus benteng terakhir ruang hidup masyarakat Halmahera Timur.

“Kami minta rencana operasi PT Priven dihentikan. Jangan korbankan warga,” ujarnya.
Hasby juga mendesak Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mengawasi rencana operasi perusahaan tersebut. Selain melakukan pengawasan, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah diminta menetapkan Gunung Wato-wato sebagai kawasan yang dilindungi agar fungsi ekologisnya tetap terjaga.

Menurut dia, apabila aktivitas pertambangan tetap dijalankan dengan mengabaikan keberadaan ruang hidup masyarakat, maka negara dinilai tidak berpihak pada hak warga untuk memperoleh lingkungan yang layak dan sumber kehidupan yang berkelanjutan.

“Masalah ini harus mendapat perhatian karena menyangkut hidup dan masa depan warga lokal,” katanya.

Sebelumnya, PT Priven Lestari yang memiliki luas konsesi sekitar 4.953 hektare mengajukan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) bernomor T-360.RKAB/MB.04/DJB.M/2026 kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Dinas ESDM Maluku Utara.

Pengajuan RKAB tersebut memicu kekhawatiran berbagai pihak karena berpotensi membuka aktivitas pertambangan di Gunung Wato-wato, kawasan yang selama ini menjadi benteng terakhir ruang hidup warga sekaligus sumber utama air bersih bagi ribuan masyarakat di wilayah pesisir dan perkotaan Buli. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11