Ternate – istanafm.com. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Maluku Utara memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah atau periode Ramadan-Idul Fitri (RAFI) 2026.
Ketua DPC Hiswana Migas Maluku Utara, Nasri Abubakar, mengatakan pihaknya bersama PT Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjamin kelancaran distribusi energi di seluruh wilayah Maluku Utara.
“Untuk ketahanan stok menjelang Ramadan dan Idul Fitri, kami pastikan dalam kondisi cukup hingga berakhirnya Idul Fitri. Pada momen hari besar keagamaan, Pertamina juga menyiapkan ekstra dropping, baik untuk SPBU maupun elpiji,” kata Nasri kepada Istana FM, Selasa, 10 Februari 2026.
Nasri menjelaskan, Hiswana Migas merupakan mitra Pertamina yang berperan sebagai ujung tombak penyaluran BBM dan elpiji kepada masyarakat. Seluruh lembaga penyalur, baik SPBU, agen elpiji, maupun pangkalan minyak tanah, berada dalam koordinasi asosiasi tersebut.
Ia menegaskan, sejauh ini kuota BBM di Maluku Utara masih mencukupi. Namun, distribusi di sejumlah wilayah kepulauan kerap menghadapi kendala cuaca, bukan karena kekurangan stok.
“Kalau terjadi kekosongan di satu wilayah, itu biasanya karena cuaca ekstrem yang menghambat pengiriman lewat laut. Bukan karena minyaknya tidak ada,” ujarnya.
Maluku Utara saat ini dilayani empat terminal bahan bakar minyak (TBBM), yakni TBBM Jambula di Ternate, TBBM Kupa-Kupa di Halmahera Utara, TBBM Labuha di Halmahera Selatan, dan TBBM Sanana. Keempat terminal ini menyuplai kebutuhan energi di seluruh kabupaten/kota, sebagian besar melalui jalur laut.
Distribusi BBM ke Maluku Utara, kata Nasri, berasal dari Ambon yang kemudian disalurkan ke wilayah Maluku dan Maluku Utara. Rantai distribusi yang panjang membuat pengiriman rentan tertunda ketika cuaca memburuk.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kepanikan. Menurut dia, fenomena panic buying justru bisa menimbulkan kesan kelangkaan di lapangan.
“Tidak perlu cemas. Stok cukup. Yang penting masyarakat bijak menggunakan BBM, terutama BBM subsidi karena alokasinya memang dibatasi,” katanya.
Nasri menjelaskan, berbeda dengan BBM nonsubsidi yang tidak dibatasi kuota, BBM subsidi memiliki alokasi tertentu untuk setiap SPBU, terutama di wilayah non-reguler atau kepulauan. Jika kuota bulanan habis, maka penyaluran harus menunggu pengiriman berikutnya.
Di akhir pernyataannya, Nasri mengimbau para agen dan pangkalan minyak tanah agar menyalurkan BBM dan elpiji tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.
“Kami berharap distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. Hiswana Migas bersama Pertamina siap mendukung kelancaran kebutuhan energi masyarakat selama RAFI 2026,” ujarnya. (Rifal)