Ternate – istanafm.com. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate kembali menegaskan sikap kritisnya terhadap belum beroperasinya ambulance laut milik Pemerintah Kota yang diperuntukkan bagi warga Batang Dua, Hiri, dan Moti (BAHIM).
Setelah melayangkan pernyataan resmi sebelumnya, HMI mengaku hingga kini belum menerima tanggapan maupun klarifikasi dari pemerintah daerah. Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Ternate, Rizky Ramli, menilai sikap diam tersebut tidak mencerminkan komitmen terhadap transparansi pelayanan publik.
“Ini sudah pernyataan kedua kami. Namun belum ada respons resmi dari pemerintah. Padahal yang kami pertanyakan adalah hak dasar masyarakat kepulauan atas layanan kesehatan,” ujar Rizky kepada Istana FM, 3 Maret 2026.
Berdasarkan kajian internal organisasi, persoalan ambulance laut dinilai tidak semata menyangkut kesiapan operasional. HMI juga menyoroti aspek transparansi anggaran, termasuk alokasi biaya operasional dalam APBD 2026 serta mekanisme pembahasannya di DPRD Kota Ternate.
Rizky menegaskan, apabila dalam waktu dekat tidak ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kota, pihaknya akan mengambil langkah lanjutan berupa aksi demonstrasi besar-besaran.
“Kami akan mengerahkan kurang lebih 500 kader HMI untuk turun ke jalan sebagai bentuk tekanan moral dan konstitusional. Ini bukan ancaman, tetapi komitmen kami dalam mengawal kepentingan rakyat,” tegasnya.
Menurut dia, keberadaan ambulance laut merupakan kebutuhan vital bagi warga BAHIM yang selama ini menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan akibat kondisi geografis kepulauan. Karena itu, pemerintah diminta segera membuka informasi terkait hambatan operasional maupun penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.
HMI menyatakan masih membuka ruang dialog sebagai solusi awal. Namun, jika tidak ada itikad baik dari pemerintah untuk memberikan penjelasan secara terbuka, aksi massa disebut menjadi langkah lanjutan yang akan ditempuh.
“Kami tidak ingin program publik berhenti di dermaga tanpa fungsi. Jika pemerintah tetap diam, maka mahasiswa akan bersuara lebih keras,” pungkas Rizky. (Rifal)