Next Post

IKDM Luncurkan Nexus Gamalama, Dorong Ketahanan Iklim yang Inklusif di Ternate Selatan

befd021a-7708-42bc-95d9-fc32c8abcf58

Ternate – istanafm.com. Ikatan Keluarga Disabilitas Makugawene (IKDM) Kota Ternate meluncurkan Program Nexus Gamalama sebagai upaya memperkuat ketahanan iklim yang inklusif di Kecamatan Ternate Selatan. Program ini lahir dari riset partisipatif yang melibatkan penyandang disabilitas dan diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih ramah bagi kelompok rentan.

Sosialisasi program yang mengusung tema “Membangun Resiliensi Iklim yang Inklusif Melalui Kolaborasi Struktural dan Kultural di Kecamatan Ternate Selatan” itu digelar di Aula Kantor Kecamatan Ternate Selatan, Jumat, 17 Juli 2026.

Kegiatan diselenggarakan IKDM Kota Ternate bekerja sama dengan NLR Indonesia, Liliane Fonds, dan Pemerintah Kecamatan Ternate Selatan. Hadir dalam kegiatan itu Camat Ternate Selatan Anang Irianto, para lurah se-Kecamatan Ternate Selatan, perwakilan Puskesmas Gambesi dan Kalumata, SD Negeri 32 Kota Ternate, SMA Luar Biasa Negeri Kota Ternate, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Ternate, Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Kota Ternate, TP-PKK Ternate Selatan, serta tokoh masyarakat.

Ketua IKDM Kota Ternate Risal Assor mengatakan Program Nexus Gamalama bukan merupakan program yang disusun secara instan. Menurut dia, inisiatif tersebut merupakan hasil proses panjang yang melibatkan penelitian dan partisipasi masyarakat.

“Program ini berangkat dari riset partisipasi yang dilakukan sejak akhir 2024 hingga 2025. Dengan dukungan NLR Indonesia, kami menelaah puluhan dokumen daerah dan mewawancarai langsung 90 anak penyandang disabilitas di Kota Ternate,” kata Risal.

Hasil riset tersebut, kata dia, menjadi dasar dalam merancang program yang tidak hanya berfokus pada isu disabilitas, tetapi juga menghubungkannya dengan tantangan perubahan iklim serta pengurangan risiko bencana di tingkat lokal.

Camat Ternate Selatan Anang Irianto menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai pembangunan ketahanan iklim yang inklusif hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

Anang juga menyoroti masih minimnya fasilitas ramah disabilitas di kantor-kantor kelurahan di wilayahnya. Ia berharap setiap kelurahan mulai mengalokasikan anggaran untuk membangun akses yang memudahkan penyandang disabilitas memperoleh pelayanan publik.

“Banyak kantor kelurahan yang belum memiliki akses yang ramah bagi penyandang disabilitas. Saya berharap tahun ini dapat dianggarkan melalui dana kelurahan agar mereka lebih mudah mengurus administrasi,” ujarnya.

Melalui Program Nexus Gamalama, IKDM bersama para mitra berharap kolaborasi antara pemerintah, organisasi penyandang disabilitas, institusi pendidikan, layanan kesehatan, dan masyarakat dapat memperkuat ketahanan iklim yang inklusif sekaligus memastikan kelompok rentan memperoleh akses yang setara dalam pembangunan dan pelayanan publik. (Rfal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11