Ternate – istanafm.com. Dinas Kesehatan Kota Ternate mencatat jumlah temuan kasus baru HIV menunjukkan tren penurunan dalam dua tahun terakhir. Pada 2024 ditemukan 202 kasus baru HIV, sedangkan pada 2025 turun menjadi 171 kasus atau berkurang 31 kasus atau sekitar 15,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, sepanjang Januari hingga Juni 2026, Dinas Kesehatan telah menemukan 47 kasus baru HIV. Angka tersebut menunjukkan kecenderungan penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Kesehatan yang diperoleh Istana FM, mayoritas kasus baru ditemukan pada kelompok dengan faktor risiko perilaku hubungan seksual berganti-ganti pasangan, baik heteroseksual maupun homoseksual.
Untuk menekan penularan, Dinas Kesehatan Kota Ternate terus memperluas layanan deteksi dini melalui kegiatan Mobile Voluntary Counseling and Testing (Mobile VCT) yang secara rutin menyasar kelompok populasi kunci dan masyarakat berisiko tinggi.
Pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan sejumlah mitra, di antaranya Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Ternate, Yayasan Batamang Plus, Yayasan Pelangi Maluku, PKBI Sulawesi Utara, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Ternate dalam penjaringan dan penemuan kasus baru.
Selain meningkatkan skrining, Dinas Kesehatan juga melakukan pendampingan terhadap Orang dengan HIV (ODHIV) yang sempat menghentikan pengobatan atau Loss to Follow Up (LTFU).
Pendampingan dilakukan secara rutin di seluruh fasilitas layanan kesehatan untuk memastikan pasien kembali menjalani terapi dan meningkatkan kepatuhan mengonsumsi obat antiretroviral (ARV).
Upaya lain yang dilakukan yakni sosialisasi dan edukasi HIV/AIDS di sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, serta kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi tertular HIV.
Dinas Kesehatan juga secara berkala melakukan pemeriksaan viral load bagi ODHIV yang memenuhi syarat. Sampel darah dirujuk setiap bulan ke RSUD Chasan Boesoirie untuk mengetahui efektivitas terapi.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar pasien memiliki viral load tersupresi, yang menandakan jumlah virus dalam tubuh berhasil ditekan sehingga pengobatan berjalan efektif.
Penanganan HIV di Kota Ternate dilaksanakan sesuai Pedoman Nasional Penanggulangan HIV/AIDS dan dilakukan melalui layanan kesehatan umum, bukan layanan yang dipisahkan secara khusus. Kebijakan tersebut diterapkan untuk mencegah munculnya stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV.
Saat ini layanan perawatan, dukungan, dan pengobatan (PDP) HIV tersedia di 11 puskesmas di Kota Ternate serta rumah sakit yang menjadi layanan PDP. Selain pemberian terapi ARV, fasilitas kesehatan juga melakukan pendampingan pasien yang putus pengobatan, edukasi kepada masyarakat, serta pemeriksaan viral load secara berkala.
Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar menghindari perilaku yang berisiko menularkan HIV, seperti melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan dengan berganti-ganti pasangan, menggunakan jarum suntik secara bergantian, menerima transfusi darah yang tidak melalui proses skrining sesuai standar, serta mencegah penularan dari ibu ke bayi melalui pemeriksaan dan pengobatan selama masa kehamilan hingga menyusui.
Dinas Kesehatan Kota Ternate juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat, melakukan tes HIV sedini mungkin bagi kelompok berisiko, serta tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada ODHIV.
Menurut dinas, deteksi dini, kepatuhan menjalani pengobatan, serta dukungan keluarga dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga kualitas hidup ODHIV sekaligus mencegah penularan baru. (Rifal)