Next Post
[aioseo_breadcrumbs]

Ketua Komisi I DPRD Kota Tidore Kecewa Terhadap Panitia Paskibraka Provinsi Malut

IMG-20230609-WA0000

Istanafm – Ternate. Ulah Panitia Seleksi Anggota Paskibraka Tingkat Provinsi Maluku Utara menuai kritik dari berbagai kalangan. Karena tidak adanya transparansi

Ridwan Mohammad Yamin, Ketua Komisi I DPRD Kota Tidore Kepulauan merasa kecewa dengan sikap Panitia Seleksi Anggota Paskibraka Tingkat Provinsi Maluku Utara.

Ridwan menilai, panitia seleksi tidak mengedepankan transparansi dalam melalukan seleksi. 

“Bahkan hasil seleksipun tidak pernah dipublikasilan ke Media agar diketahui publik,” tandad Ridwan dikediamannya di Kelurahan Soasio Kota Tidore Kepulauan, Jumat (9/6/2023).

Ditambahkan, dari jumlah peserta 54 orang dari sepuluh Kabupaten Kota se wilayah Maluku Utara, yang ikut dalam seleksi Paskibraka Tingkat Nasional di Sofifi. Peserta yang mewakili SMA Negeri 6 Kota Tidore Kepulauan atas nama Asrul Dahlan berjuang dengan sekuat tenaga hingga masuk 7 Besar barulah jatuh dan tidak lolos sampai babak final untuk mewakili Muluku Utata ditingkat Nasional. 

Sebagai wakil rakyat, dirinya menjadi kekecewaan, kenapa harus Asrul Dahlan ini dikembalikan lagi ke Kota Tidore.

Menurutnya, seharusnya Siswa SMA Negeri 6 ini menjadi duta Paskibraka ditingkat Provinsi, bukan sebaliknya pihak Panitia dengan senaknya tanpa membeberkan alasan yang jelas lalu mengembalikan Asrul Dahlan begitu saja.

“Ini adalah upaya untuk membunuh bakat dari pada siswa,” tegas Politisi Partai Demokrat ini dengan nada kecewa. 

Olehnya it7, dirinya meminta agar Gubernur Maluku Utar segera mengevaluasi Panitia seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi Maluku Utara termasuk atasan mereka juga ikut dievaluasi. 

Ditempat terpisah Rahmatia Dahlan Ibunda Astul Dahlan juga menyesal dengan sikap Panitia yang dinilai pilih kasih dalam merekrut calon Anggota Paskibraka ditingkat Provinsi Maluku Utara yang terkesan tertutup dan.mengabaikan asas transparansi sehingga anaknya yang dikorbankan. 

Rahmatia Dahlan meminta agar pihak Panitia Seleksi Paskibraka Provinsi Maluku Utara bertanggung jawab atas masalah ini. Karena anaknya sudah dikorbankan dan kondisinya saat ini mengalami Depresi akibat ulah Panitia.(jaja)

Avatar

Mario

Related posts

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

ban11