Next Post

Kronologi Penemuan Bayi Perempuan Meninggal di Selokan Sasa

bd3fe109-51c5-40e7-b31a-d7f6150e91c3

Ternate — istanafm.com. Pagi di Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, mendadak berubah muram. Sekitar pukul 07.00 WIT, Selasa, 30 Desember 2025, warga menemukan sesosok bayi perempuan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah selokan lingkungan RT 08/RW 04. Bayi itu diduga sengaja dibuang.

Penemuan bermula dari Naser Musa (54), warga setempat. Pagi itu, Naser baru bangun tidur dan bersiap memberi makan sapi peliharaannya di lapangan tak jauh dari rumah. Ia membawa sisa sayur kangkung untuk pakan ternak. Dalam perjalanan pulang, Naser melihat sebuah kantong plastik hitam tergeletak di depan pagar rumah, tepat di atas selokan.

Awalnya, Naser mengira plastik itu hanya sampah yang dibuang orang sembarangan. Ia bahkan sempat menduga isinya adalah buah mangga yang sudah matang. Namun rasa curiga membuatnya mendekat dan kembali melihat kantong tersebut.

“Saya kira sampah atau mangga masak. Tapi waktu dibuka, ternyata lain,” tutur Naser.

Dengan menggunakan sepotong kayu, Naser membuka plastik hitam itu. Ia melihat bagian kepala dan rambut bayi. Saat itu pula ia menyadari bayi tersebut sudah meninggal dunia, meski masih terdapat darah segar di dalam plastik.

Naser kemudian memanggil istrinya, Jainab Hadi, serta adik sepupunya. Setelah memastikan temuan itu, laporan disampaikan ke aparat kepolisian. Laporan awal ke Polsek Pulau Ternate kemudian diarahkan ke Polsek Ternate Selatan. Warga bernama Munawir Ibrahim turut membantu menyampaikan laporan tersebut.

Kabar penemuan bayi dengan cepat menyebar. Warga sekitar, termasuk pedagang kue di lingkungan tersebut, berdatangan ke lokasi. Menurut warga, sebelumnya tidak ada kecurigaan bahwa akan terjadi pembuangan bayi di kawasan itu.

Menjelang siang, aparat kepolisian tiba di tempat kejadian perkara. Polisi mengamankan lokasi dan membuka plastik pembungkus bayi. Dari pemeriksaan awal, petugas memastikan bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dan ditemukan dalam keadaan meninggal.

Warga menduga bayi itu dibuang pada waktu subuh. Dugaan ini didasarkan pada kondisi darah yang masih segar serta tidak ditemukannya lalat di sekitar jasad bayi. “Kalau dibuang dari malam, harusnya darah sudah tidak segar,” kata Naser.

Menurut warga, di sekitar lokasi tidak terdapat kamera pengawas. Ada CCTV di wilayah sekitar, namun jaraknya cukup jauh dari titik penemuan sehingga belum dapat memastikan apakah peristiwa pembuangan bayi terekam.

Warga lain, Olan (35), mengatakan saat dirinya tiba sekitar pukul 09.00 WIT, polisi sudah berada di lokasi. “Yang dapat pertama kali itu tuan rumah, Pak Naser. Bayinya perempuan, dibungkus kantong plastik hitam,” ujarnya.

Penemuan bayi ini disebut sebagai kejadian pertama di lingkungan tersebut. Warga mengaku selama ini kawasan itu relatif aman dan belum pernah mengalami peristiwa serupa, meski di wilayah lain di Kota Ternate pernah terjadi kasus pembuangan bayi.

Hingga Selasa siang, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas bayi serta pihak yang diduga bertanggung jawab atas pembuangan tersebut. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11