Ternate — istanafm.com. Komunitas Pulo Tareba kembali menemukan tiga orang yang diduga memburu satwa endemik Ternate, kuskus mata biru (Phalanger matabiru), di kawasan perbatasan Kelurahan Takome dan Sulamadaha, Kota Ternate, Maluku Utara. Mereka ditemukan pada Minggu, 16 Agustus 2026, sekitar pukul 00.30 WIT.
Salah satu pengurus Komunitas Pulo Tareba, Yudhi Safi, mengatakan ketiga orang tersebut ditemukan saat di sekitar kawasan perbatasan Sulamadaha dan Takome. Mereka kemudian ditanya mengenai aktivitas yang dilakukan pada malam itu.
“Dapat di situ. Kebetulan saya singgah dan tanya, ‘kalian tembak apa?’ Mereka bilang sudah tembak kuskus,” kata Yudhi saat dihubungi Istana FM pada Senin, 17 Agustus 2026.
Menurut Yudhi, ketiga orang tersebut mengaku belum mengetahui aturan mengenai larangan berburu kuskus mata biru. Komunitas kemudian menemukan seekor kuskus yang telah ditembak dan dibawa oleh mereka.
Yudhi mengatakan pihaknya tidak mengambil tindakan lebih jauh karena hanya berjumlah sedikit ketika menemukan para pemburu tersebut. Mereka memilih menghindari kemungkinan terjadinya keributan.
“Kita tidak mau ambil tindakan. Takutnya nanti emosi, kemudian terjadi tindakan yang tidak diinginkan. Tidak ada perlawanan, mereka akhirnya pulang,” ujarnya.
Dari penelusuran, ketiga orang tersebut diketahui berasal dari Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat.
Yudhi mengatakan kasus serupa bukan kali pertama melibatkan pemburu dari luar Kota Ternate. Ia menduga sebagian pemburu yang masuk ke kawasan habitat kuskus mata biru telah berulang kali melakukan aktivitas perburuan. Mereka, kata dia, hanya belum tertangkap saat melakukan aksinya.
“Rata-rata orang-orang yang bertembak di sini itu pertama pasti sudah berulang kali. Cuma karena mereka belum tertangkap saja,” kata Yudhi.
Yudhi mengkhawatirkan perburuan terus berulang jika tidak ada tindakan tegas dan pengawasan terhadap habitat satwa endemik tersebut. Menurut dia, komunitas selama ini hanya dapat melakukan pemantauan dan menyampaikan temuan melalui media sosial.
Ia mengatakan perlindungan kuskus mata biru membutuhkan keterlibatan pemerintah dan aparat penegak hukum. Komunitas, kata Yudhi, tidak dapat bertindak sendiri karena berisiko menghadapi pemburu secara langsung.
Dalam penemuan pada Minggu dini hari itu, komunitas hanya menemukan satu ekor kuskus yang telah ditembak dan dibawa oleh para pemburu. Kuskus tersebut ditemukan dalam kondisi telah digantung.
Yudhi berharap pemerintah daerah segera memperkuat perlindungan terhadap habitat dan satwa endemik Ternate. Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan perburuan karena keberadaan kuskus mata biru merupakan bagian dari kekayaan hayati yang perlu dijaga.
“Kalau tidak ada tindakan, ini akan begini terus,” ujarnya. (Rifal)