Next Post

Lonjakan Pemudik, Tiket Kapal Pelni di Ternate Cepat Ludes

ac224a16-e0dc-43fb-8833-e788eccf33b1

Ternate — istanafm.com. Aktivitas arus mudik di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate mulai meningkat menjelang Idul Fitri. Sejumlah calon penumpang mengeluhkan kesulitan mendapatkan tiket kapal tujuan Ambon karena sudah habis terjual beberapa hari sebelum keberangkatan.

Seorang calon penumpang yang enggan disebutkan namanya mengatakan tiket kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) tujuan Ambon sudah tidak tersedia meski ia telah memeriksa melalui aplikasi beberapa hari sebelumnya.

“Sudah dicek tiga hari sebelum berangkat, tapi tiketnya sudah habis. Bahkan sejak akhir Februari juga sudah banyak yang terjual,” kata dia saat ditemui Istana FM di pelabuhan, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia mengaku harus mencari alternatif transportasi lain untuk pulang kampung. Salah satu pilihan yang dipertimbangkan adalah menggunakan kapal cepat dengan waktu perjalanan lebih lama karena harus singgah di sejumlah pelabuhan.

“Kalau pakai kapal cepat bisa sampai dua hari baru tiba di tujuan, karena singgah-singgah,” ujarnya.

Kepala Cabang Pelni Ternate, M. Lutfi Israr Sutan, menjelaskan tiket kapal terdiri dari dua kategori, yakni tiket dengan tempat duduk atau tempat tidur (existing seat) serta tiket tambahan tanpa tempat tidur.

Menurut dia, tiket tambahan biasanya disediakan pada masa puncak perjalanan atau peak season berdasarkan kebijakan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

“Penambahan kapasitas itu biasanya sekitar 30 hingga 35 persen dari kapasitas penumpang yang ada. Tapi itu juga melalui proses uji petik dan pemeriksaan alat keselamatan terlebih dahulu,” kata Lutfi.

Ia menjelaskan, penumpang dengan tiket tambahan tidak menempati ruang tempat tidur di kapal, melainkan ditempatkan di ruang tertentu yang telah disiapkan dengan fasilitas tikar.

Meski demikian, kapasitas kapal tetap dibatasi sesuai regulasi demi menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan.

Lutfi juga mengimbau masyarakat membeli tiket jauh hari sebelum keberangkatan, karena pada masa mudik permintaan tiket meningkat signifikan. Selain itu, sistem penjualan tiket dilakukan secara daring melalui aplikasi resmi sehingga masyarakat dapat memantau ketersediaan kursi secara langsung.

“Kalau di aplikasi sudah tidak tersedia, berarti memang sudah habis. Biasanya tiket baru tersedia kalau ada penumpang yang membatalkan atau mengubah jadwal keberangkatan,” ujarnya.

Ia menegaskan, penumpang tidak perlu memaksakan datang ke pelabuhan jika tiket di aplikasi sudah habis, karena jumlah penumpang tetap dibatasi sesuai kapasitas kapal.

“Ini demi keselamatan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan,” kata Lutfi. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11