Next Post
[aioseo_breadcrumbs]

Malaysia Perketat Izin Artis Asing Buntut Ciuman Sesama Jenis The 1975

A604A9BD-B247-4438-AF9F-667C174D18E4

KUALA LUMPUR – Otoritas Malaysia akan melakukan peninjauan ulang terhadap prosedur pemberian izin tampil kepada artis-artis asing di negara tersebut, menyusul aksi ciuman sesama jenis yang dilakukan vokalis dan basis band asal Inggris The 1975 saat tampil di panggung Good Vibes Festival (GVF) 2023.

Dikutip dari laman detik.news, seperti dilansir Malay Mail, Selasa (25/7/2023), peninjauan ulang itu akan dilakukan oleh Komisi Pusat Permohonan Pembuatan Film dan Pertunjukan Artis Asing (Puspal), yang sebelumnya mengumumkan larangan bagi The 1975 untuk tampil di Malaysia usai insiden kontroversial pada Jumat (23/7) lalu. Dikutip dari laman detik.news

Peninjauan ulang itu dicetuskan oleh Menteri Komunikasi dan Digital Malaysia Fahmi Fadzil, yang pada Minggu (23/7), mengungkapkan bahwa dirinya meminta Puspal untuk meninjau ulang prosedur perizinan bagi artis asing untuk tampil di Malaysia dan mendorong adanya langkah-langkah lebih ketat.

Ditegaskan juga oleh Fahmi bahwa diperlukan lebih banyak transparansi dan efisiensi dalam screening dan pemeriksaan oleh Puspal terhadap artis-artis asing atau luar negeri yang ingin tampil di Malaysia.

“Saya telah meminta Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Dgital Datuk Muhammad Fauzi Md Isa dan ketua komisi Puspal untuk memeriksa kembali semua proses yang ada terkait Puspal, termasuk soal screening para artis,” ujar Fahmi dalam pernyataannya.

“Juga diminta oleh Menteri Dalam Negeri serta jaminan yang diberikan oleh penyelenggara soal kemungkinan perilaku para artis,” imbuhnya.

“Kami juga akan menggelar sesi diskusi town-hall dengan para penyelenggara konser dan mempertimbangkan semua pandangan mereka, termasuk soal insiden terbaru, untuk melakukan perbaikan,” ucap Fahmi menjelaskan.

Akhir pekan lalu, Puspal mengonfirmasi pemberlakuan larangan untuk The 1975 tampil di Malaysia di masa mendatang. Puspal juga mengajukan laporan ke polisi terhadap The 1975 dan Future Sound Asia selaku penyelenggara GVF atas tuduhan kelalaian dan kegagalan dalam mematuhi ketentuan yang berlaku.

Laporan polisi itu diajukan atas nama Kementerian Komunikasi dan Digital Malaysia, yang menaungi Puspal.

Dalam insiden pada Jumat (21/7) lalu, penampilan The 1975 dihentikan setelah vokalis band itu, Matty Healy, terlihat tampil sambil memegang botol minuman keras dan mengecam Undang-undang anti-LGBT di Malaysia dalam pidatonya yang dipenuhi kata-kata kotor di atas panggung.

Tak hanya itu, Healy juga mencium basis The 1975, Ross MacDonald, di atas panggung. Healy dan McDonald sama-sama berjenis kelamin laki-laki, yang menjadikan ciuman itu sebagai ciuman sesama jenis di panggung festival yang digelar di Malaysia, yang menganggap homoseksualitas sebagai tindakan ilegal.

Video insiden kontroversial itu beredar luas di media sosial dan memicu perdebatan publik.(dtk/m1l4)

 

 

Source: DetikNews

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

ban11