JAKARTA – Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani mengajak seluruh masyarakat tak salah dalam memilih figur calon presiden (capres) untuk Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.
Dalam hal ini, ia menyinggung keberlanjutan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan bergantung pada sosok capres.
“Jadi siapa nanti yang akan terpilih maka itu yang akan jadi program kerja pemerintah. Termasuk soal IKN itu bergantung dari masing-masing calon presiden,” kata Muzani dalam keterangannya, Senin (31/7/2023). Seperti dilansir kompas.com.
Hal itu disampaikan Muzani saat menjadi pembicara dalam acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Al Irsyadi, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Senin.
Turut hadir mendampingi Muzani, Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji dan sejumlah anggota DPRD Partai Gerindra Kaltim.
Muzani juga menjelaskan pentingnya pemahaman mahasiswa atas pilar-pilar kebangsaan Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.
Menurut dia, empat pilar kebangsaan ini penting untuk terus disosialisasikan sebagai pondasi dasar dalam berbangsa dan bernegara.
“Apa sih empat pilar itu? Itu adalah empat pilar bernegara, penyangga kita bernegara. Namanya empat pilar harus menjadi satu kesatuan,” ujar dia.
Dijelaskan, tugas MPR selain melantik presiden adalah memastikan, proses bernegara kita sesuai dengan ideologi negara kita salah satunya melalui 4 pilar ini.
Lebih lanjut, ia mengajak para mahasiswa dan anak muda untuk cermat memilih calon pemimpin.
Hal ini lantaran program-program pemerintah yang akan dijalankan nantinya adalah janji-janji selama masa kampanye berjalan.
“Dulu sebelum diamendemen, MPR yang memilih presiden dan menyusun program kerja pemerintah melalui GBHN. Tapi sekarang setelah diamandeman program kerja pemerintah dibentuk melalui apa-apa saja yang dikampanyekan lewat janji-janjinya calon presiden,” ungkap dia.
Itu sebabnya, kata dia, penting bagi rakyat Indonesia termasuk adik-adik untuk cermat dalam memilih pemimpin.
“Jangan sampai salah memilih pemimpin karena itu akan berimplikasi pada program kerja yang dijalankan oleh pemerintah yang berkuasa nantinya,” pesan Sekjen Partai Gerindra itu.(kmp/m1L4)