Ternate — istanafm.com. Pemerintah Kota Ternate memastikan pelaksanaan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-21 yang akan digelar pada Agustus 2026 di Kota Ternate berlangsung maksimal dan lebih baik dibanding pelaksanaan City Sanitation Summit (CSS) sebelumnya.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, saat ditemui di kantor Bapelitbangda Kota Ternate, Senin, 23 Februari 2026.
Rizal yang juga menjabat Ketua Panitia Pelaksana JKPI ke-21 menegaskan dirinya kini mengambil alih langsung koordinasi persiapan kegiatan tersebut. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan optimal.
“Insyaallah, apa yang terjadi pada CSS kemarin menjadi pembelajaran penting bagi kami. Saat itu saya memang tidak berada di tempat. Kali ini saya mengambil alih langsung, ditunjuk oleh Wali Kota untuk mengkoordinir seluruh OPD agar pelaksanaan JKPI tidak mengalami kendala serupa,” ujar Rizal.
Ia menjelaskan, secara umum pelaksanaan City Sanitation Summit di Ternate sebelumnya berjalan baik hingga selesai. Namun, terdapat sejumlah catatan, terutama terkait miskomunikasi antar pihak dalam kepanitiaan dan pelaksanaan teknis di lapangan.
“CSS sebenarnya berjalan baik sampai selesai. Hanya saja ada beberapa catatan, terutama soal miskomunikasi. Itu yang akan kami perbaiki. Karena itu, jauh-jauh hari panitia sudah mulai mematangkan seluruh persiapan,” katanya.
Selain itu, Ia juga telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, memperjelas pembagian tugas, serta memastikan kesiapan teknis, administrasi, dan pelayanan bagi tamu dari berbagai daerah di Indonesia.
Pelaksanaan JKPI ke-21 di Ternate diharapkan menjadi momentum promosi potensi sejarah dan budaya daerah, sekaligus memperkuat jejaring kota-kota pusaka di tingkat nasional. (Rifal)