Next Post

Pengelola Benteng Oranje Ingatkan Risiko Duduk di Atas Dinding Benteng

fbf4228c-a22f-426f-82e2-ce953beee506

Ternate – istanafm.com. Pengelola Benteng Oranje, Kota Ternate, mengingatkan pengunjung agar tidak duduk maupun berdiri di atas dinding benteng yang telah berusia ratusan tahun. Imbauan itu disampaikan menyusul masih banyaknya penonton yang mengabaikan larangan tersebut saat beraktivitas di kawasan benteng.

Kepala Museum Rempah sekaligus pengelola Benteng Oranje, Rinto Taib, mengatakan pihaknya terus memantau berbagai aktivitas yang berpotensi merusak bangunan cagar budaya sekaligus membahayakan keselamatan pengunjung. Selain menjaga kelestarian benteng, pengelola juga melakukan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kecelakaan.

“Salah satu upaya yang dilakukan ialah menyosialisasikan imbauan Wali Kota Ternate agar pengunjung tidak duduk atau berdiri di atas dinding benteng,” kata Rinto, Rabu, 8 Juli 2026.

Menurut Rinto, struktur Benteng Oranje yang telah berusia tua memiliki tingkat kerentanan tertentu sehingga tidak dirancang untuk menahan beban banyak orang. Karena itu, pengunjung diminta tidak memanfaatkan dinding benteng sebagai tempat menonton atau berkumpul.

Ia mengatakan imbauan tersebut telah diteruskan kepada petugas yang berjaga di setiap pertandingan. Namun, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, masih banyak pengunjung yang belum mematuhinya.

“Bahkan spanduk peringatan yang dipasang justru kerap dijadikan alas duduk atau tempat berdiri di atas dinding benteng,” ujarnya.

Selain memberikan imbauan, pengelola juga telah menutup akses kendaraan ke dalam kawasan benteng dan mengarahkan pengunjung memarkir kendaraan di lokasi yang telah disediakan. Meski demikian, anak-anak maupun penonton dewasa masih sering terlihat berada di atas dinding benteng, termasuk saat pertandingan berlangsung hingga dini hari.

Rinto mengatakan kondisi itu meningkatkan risiko kecelakaan karena pengunjung yang kelelahan atau mengantuk dapat terjatuh dari atas dinding benteng. Ia berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga keselamatan diri sekaligus melestarikan bangunan bersejarah tersebut semakin meningkat.

Pengelola juga menyoroti banyaknya sampah plastik bekas minuman keras jenis cap tikus yang ditemukan di sepanjang rampar atau jalur di atas benteng.

Menurut Rinto, sampah tersebut tidak hanya mencemari kawasan cagar budaya, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan mengurangi kenyamanan pengunjung. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11