Next Post

Penumpang Pelabuhan Semut Keluhkan Timbangan Barang: Tiba-tiba Bayar, Tanpa Sosialisasi

Screenshot

Ternate – istanafm.com. Sejumlah penumpang speedboat di Pelabuhan Armada Semut, Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, mengeluhkan penerapan timbangan terhadap barang bawaan penumpang.Mereka menilai kebijakan tersebut membuat proses keberangkatan menjadi lebih ribet karena barang harus diturunkan untuk ditimbang dan dikenakan biaya secara terpisah.

Arif, salah satu penumpang rute Ternate-Sofifi, mengatakan barang bawaannya ditimbang dengan berat 16 kilogram. Ia kemudian dikenakan biaya sebesar Rp14 ribu.

Menurut Arif, kebijakan penimbangan barang bawaan tersebut sudah beberapa kali ia temui selama menggunakan transportasi laut dari Ternate. Ia mengetahui barang dengan berat lebih dari 10 kilogram dikenakan biaya tambahan.

“Katanya berat di atas 10 kilo baru bayar, kalau tidak salah. Kali ini barang bawaan saya banyak,” ujar Arif kepada Istana FM, Senin, 10 Agustus 2026.

Arif mempersoalkan mekanisme penerapan kebijakan tersebut. Menurut dia, penumpang harus menurunkan barang bawaan ke tempat keberangkatan untuk ditimbang, kemudian mengambilnya kembali setelah proses penimbangan selesai.

“Tiba-tiba bayar, belum lagi kase turun barang lagi. Ribet,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Herlisa, warga yang menggunakan layanan transportasi laut tersebut. Namun, menurut dia, persoalannya bukan semata-mata nominal biaya yang harus dibayar, melainkan mekanisme penimbangan dan pembayaran yang dilakukan secara terpisah.

“Bukan soal nominalnya, tapi baku timbang bayar lagi. Tadi tiga kilo bayar Rp2 ribu. Berlaku sejak beberapa bulan lalu, tapi tau-tau kebijakan bayar barang bawaan juga timbang,” ujar Herlisa.

Ia mengatakan kebijakan tersebut membuat proses keberangkatan terasa lebih rumit. Herlisa mengaku barang bawaannya hanya sekitar tiga kilogram, namun tetap dikenakan biaya Rp2 ribu.

Sementara Arif sebelumnya mengetahui pembayaran barang bawaan baru diberlakukan apabila berat barang melebihi 10 kilogram. Perbedaan informasi yang diterima penumpang itu menjadi salah satu persoalan yang dikeluhkan.

Penumpang lainnya, Sahara, mengatakan penimbangan barang dapat dipahami jika tujuannya berkaitan dengan keselamatan pelayaran. Namun, ia keberatan karena pembayaran dilakukan di luar biaya tiket.

“Untuk keselamatan tidak apa-apa, tapi keberatan juga. Tadi kalau sekalian dengan tiket tidak apa-apa, tapi bayar terpisah,” kata Sahara.

Sahara juga mempertanyakan minimnya sosialisasi mengenai penerapan timbangan barang bawaan tersebut. Ia mengaku baru mengetahui adanya kebijakan itu ketika hendak menyeberang.

“Belum ada sosialisasi, tiba-tiba menyeberang sudah ada pakai timbang barang bawaan,” tuturnya.

Para penumpang berharap pengelola pelabuhan memberikan informasi yang jelas mengenai ketentuan berat barang bawaan, besaran biaya, serta mekanisme pembayarannya. Mereka menilai sosialisasi diperlukan agar penumpang mengetahui aturan sebelum menggunakan jasa transportasi laut. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11