Next Post
[aioseo_breadcrumbs]

Terkait Pencemaran Air, Tim Terpadu Bakal Turun ke Sagea

518FD317-8CF5-402D-B3D2-B2500E70E1FC

TERNATE ISTANA FM – Kondisi Air di Desa Sagea (area Boki Maruru) yang kini berubah warna merah kecoklatan, banyak pihak berspekulasi itu akibat ulah eksplorasi pertambangan. Namun belum bjsa dioertanggung jawabkan secara ilmiah.

Berbagai argumen yang disampaikan oleh berbagai pihak termasuk Akademisi, terkait perubahan warna Air di sekitar lokasi Wisata Gua Boki Maruru di Desa Sagea Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) yang ramai diberitakan Media di Maluku Utara akhir-akhir ini.

Rivani Abdurradjak. S. HUT. M. SC. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halteng, Jumat (1/9/2023) menjelaskan, kondisi Air Gua Boki Maruru adalah aliran sungai bawah tanah, yang mengalir kehulu tepatnya di mulut Gua.

Dan perubahan warna air tersebut itu terjadi, kata Rivani, sejak bulan Juli hingga Agustus 2023, dan warna Air berubah secara drastis menjadi merah kecoklatan itu sejak tanggal 19 Agustus 2023 hingga saat ini.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang yang tidak diinginkan itu, lanjut Rifani, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan semua pihak terkait guna mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi.

Bahkan Pemda Halteng telah menyurati Pemda Provinsi Maluku Utara khususnya Instansi terkait, yakni DLH, Dishut, BP DAS dan instansi tehnis lainnya yang tergabung dalam Tim Terpadu.

“Tim Terpadu akan mengunjungi lokasi Boki Maruru di Desa Sagea guna melihat secara langsung kondisi dilapangan, sekaligus mengambil sampel untuk dilakukan uji kab untuk mengetahui penyebab perubahan warna air tersebut “ujar Rivani.

Ditambahkan kondisi sungai Boki Maruru berbeda dengan sungai pada umumnya yang mengalir dari hilir hingga kehulu secara terbuka, tetapi sungai Boki Maruru adalah air sungai bawah tanah yang mengalir hingga kehulu tepatnya di mulut gua sementara lokasi Pertambangan juga jauh dari area Boki Maruru.

Rivani juga menjelaskan terkait kondisi cuaca di wilayah Halmahera Tengah yang saat ini curah hujannya semakin tinggi sehingga tidak menutup kemungkinan perubahan itu mungkin dipengaruhi oleh hujan atau sebab lain kita belum bisa memastikan karena harus diuji secara Ilmiah melalui Laboraturium.

“Nantinya, jika uji Lab telah dilakukan, maka hasilnya akan disampaikan secara transparan ke publik agar masyarakat Halteng serta Maluku Utara secara umum dapat mengetahui apa penyebabnya agar jangan kita saling menyalahkan satu dengan yang lain,” tandas Rivani. (Jaja On).

 

 

 

 

Editor: Team

Reporter: Fajarudin Limau

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

ban11