Ternate – istanafm.com. Tim SAR gabungan menemukan dua warga negara asing yang hilang saat mendaki Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga operasi pencarian, Minggu, 10 Mei 2026.
Kedua korban ditemukan sekitar pukul 13.00 WIT di koordinat 1°42’9.90″N / 127°52’48.50″E atau sekitar 13 meter di sebelah utara titik sinyal darurat pertama yang diterima Basarnas Command Center (BCC). Tim menemukan keduanya dalam satu lokasi dengan kondisi tubuh yang sudah tidak utuh.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan dua korban ditemukan terhimpit batu besar di kawasan bibir Gunung Dukono.
“Kedua korban ditemukan dalam posisi saling berpelukan dengan kondisi tubuh sudah tidak utuh,” kata Iwan dalam keterangannya, Minggu.
Setelah ditemukan, tim SAR gabungan mengevakuasi body pack korban dari kawasan bibir gunung menuju posko induk di Desa Mamuya, Halmahera Utara. Jenazah tiba di posko sekitar pukul 17.43 WIT sebelum dibawa ke RSUD Tobelo untuk proses autopsi dan identifikasi lebih lanjut.
Menurut Iwan, proses evakuasi berlangsung dalam kondisi cuaca hujan dan medan yang berisiko akibat aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih berlangsung.
“Walaupun kondisi cuaca hujan dan sangat berisiko di lapangan, tim SAR gabungan tetap bekerja tanpa mengenal lelah sehingga seluruh korban dapat dievakuasi,” ujarnya.
Dengan ditemukannya dua korban tersebut, operasi SAR resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Iwan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian, termasuk Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Pangdam XV/Pattimura, Korem 152/Babullah, Polres Halmahera Utara, BPBD Halmahera Utara, dan sejumlah instansi lainnya yang mendukung proses evakuasi sejak hari pertama pencarian.
Operasi SAR melibatkan Basarnas, Kodam XV/Pattimura, Korem 152/Babullah, Kodim 1508/Tobelo, Kompi 732/Banau, Polres Tobelo, Brimob Polda Maluku Utara, BPBD Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, TNI AU, PVMBG, Dinas Kesehatan Halmahera Utara, Imigrasi, ERT PT NHM, PMI, Wanadri, pecinta alam, dan masyarakat setempat.
Sebelumnya, Kantor SAR Ternate menerima laporan darurat pada Jumat, 8 Mei 2026, setelah Basarnas Command Center mendeteksi sinyal SOS dari perangkat Garmin di kawasan Gunung Dukono. Informasi itu diperkuat laporan Kepala Desa Mamuya yang menyebut sejumlah pendaki terdampak erupsi gunung api tersebut.
Dalam insiden ini, tiga pendaki dinyatakan meninggal dunia, yakni Angel, warga negara Indonesia, serta dua warga negara Singapura bernama Heng dan Sha. (Rifal)