Next Post

Tujuh Hari Pencarian, Nelayan Asal Talaud Dinyatakan Hilang di Laut

7e5073df-6c94-4488-bccd-2de783dc726b

Ternate – istanafm.com. Operasi pencarian dan pertolongan terhadap seorang nelayan asal Pulau Talaud, Sulawesi Utara, yang terjatuh di perairan Desa Jiew, Kabupaten Halmahera Tengah, resmi dihentikan setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil. Tim SAR gabungan menyatakan korban hilang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan seluruh upaya pencarian telah dilakukan sesuai prosedur operasi standar (SOP) Basarnas selama tujuh hari, namun korban tidak ditemukan.

“Upaya pencarian sudah dilakukan secara maksimal sesuai SOP Basarnas selama tujuh hari, namun korban tidak dapat ditemukan,” kata Iwan, Selasa, 24 Februari 2026.

Meski operasi resmi ditutup, Basarnas tetap melakukan pemantauan di wilayah perairan Halmahera Timur dan Halmahera Tengah. Informasi juga telah disampaikan kepada nelayan, kapal-kapal yang melintas, serta instansi terkait agar segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Pada hari ketujuh operasi, Iwan menuturkan, tim SAR gabungan menyisir hingga ke bagian selatan perairan Pulau Jiew menggunakan longboat. Namun hingga sore hari, pencarian tetap tidak membuahkan hasil.

Dengan ditutupnya operasi SAR, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Basarnas juga menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak selama proses pencarian.

Sebelumnya, korban diketahui bernama Jekson Samura, 50 tahun, warga Desa Lahu, Kecamatan Geme, Kabupaten Pulau Talaud. Ia dilaporkan terjatuh ke laut saat perjalanan pulang dari memancing.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 15 Februari 2026 sekitar pukul 21.00 WIT di perairan Pulau Jiew. Saat itu korban bersama rekannya baru saja kembali dari Pulau Sail menuju Desa Pitu, Kabupaten Halmahera Utara. Korban terjatuh dari buritan longboat ketika hendak buang air kecil.

Rekan korban baru menyadari kejadian tersebut sekitar lima menit kemudian. Upaya pencarian mandiri selama kurang lebih tiga jam tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya dilaporkan ke Basarnas Ternate untuk meminta bantuan.

Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, antara lain Unit Siaga SAR Halmahera Timur, Pos Polairud Halmahera Timur, Pos TNI AL Halmahera Timur, Brimob Kompi 3 Halmahera Timur, serta BPBD Kabupaten Halmahera Timur. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11