Next Post

Ujian SMP di Ternate Masih Campuran, DPRD Soroti Kesiapan Sekolah

d7d809ac-619b-45d9-bd13-ef2a4d24025a

Ternate – istanafm.com. Pelaksanaan ujian akhir semester (UAS) tingkat SMP di Kota Ternate masih berlangsung dengan dua metode, yakni daring (online) dan luring (offline). Kondisi ini menjadi sorotan dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD Kota Ternate dan Dinas Pendidikan Kota Ternate, Rabu, 6 Mei 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Ridwan Ali, mengatakan perbedaan metode ujian dipengaruhi kesiapan masing-masing sekolah, terutama terkait waktu dan infrastruktur.

“Masih ada sekolah yang melaksanakan ujian secara offline dan ada juga yang online. Yang offline ini karena waktu pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik dengan ujian sangat berdekatan, sehingga mereka tidak sempat menginput soal ke sistem,” kata Ridwan usai RDP.

Menurut dia, sekolah yang melaksanakan ujian daring umumnya lebih siap, baik dari sisi perangkat maupun jumlah peserta didik yang tidak terlalu besar. Ia menyebut, dari total sekolah, hanya sebagian kecil yang sudah menerapkan sistem online secara penuh, termasuk beberapa sekolah swasta dan dua sekolah negeri.

Namun, keterbatasan sarana menjadi kendala utama. Ridwan mencontohkan, jumlah perangkat komputer di sekolah belum sebanding dengan jumlah siswa yang mengikuti ujian secara serentak.

“TKA kemarin bisa dilakukan online karena menggunakan sistem gelombang. Sementara ujian semester ini dilaksanakan bersamaan, sehingga sarana yang ada tidak mencukupi,” ujarnya.

Dinas Pendidikan mencatat jumlah peserta UAS tingkat SMP tahun ini mencapai 3.238 siswa. Dalam satu sekolah, jumlah peserta bisa mencapai 300 hingga 400 orang, sehingga sulit ditampung jika seluruhnya harus mengikuti ujian berbasis komputer dalam waktu bersamaan.

Sebagian sekolah, kata Ridwan, menyiasati keterbatasan tersebut dengan menggunakan telepon genggam milik siswa, melalui kesepakatan dengan orang tua. Namun, opsi ini belum bisa diterapkan secara merata.

Selain persoalan teknis ujian, DPRD juga menyoroti kondisi infrastruktur sekolah. Sejumlah ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan dan dinilai belum mendukung pelaksanaan pembelajaran maupun ujian berbasis digital.

Ridwan mengatakan pihaknya membutuhkan dukungan DPRD untuk mendorong perbaikan fasilitas pendidikan melalui anggaran daerah.

“Kami butuh dukungan DPRD agar perbaikan infrastruktur sekolah bisa diusulkan dan direalisasikan,” kata dia.

Ke depan, Dinas Pendidikan berencana mendorong pelaksanaan ujian berbasis online secara menyeluruh guna meningkatkan transparansi dan kualitas evaluasi belajar siswa. Namun, rencana itu masih bergantung pada kesiapan sarana dan dukungan anggaran pemerintah daerah. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11