Ternate – istanafm.com. Hujan deras yang mengguyur Provinsi Maluku Utara dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah wilayah serta memicu tanah longsor. Di Kota Ternate, longsor terjadi di Kelurahan Kalumpang, Kecamatan Ternate Tengah.
Akibat longsor tersebut, satu dari dua rumah warga yang terdampak dilaporkan ambruk dan jatuh ke barangka atau kali mati yang berada di sekitar permukiman. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Selain Kota Ternate, banjir juga melanda Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Halmahera Barat. Hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak 5 Januari hingga Rabu menyebabkan genangan air di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Sejumlah rumah warga dilaporkan terendam banjir.
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan bersabar menghadapi kondisi cuaca yang kurang bersahabat. “Kami berharap mudah-mudahan seluruh masyarakat terus berikhtiar dengan kondisi cuaca yang kurang bagus. Kita juga saling mendoakan saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir, terutama di Halmahera Barat, Halmahera Utara, dan Kota Ternate,” ujar Sarbin kepada Istana FM usai menghadiri Musyawarah Wilayah X Partai Persatuan Pembangunan di Hotel Bela, Kota Ternate pada Kamis, 8 Januari 2026.
Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara saat ini telah mengerahkan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berkonsentrasi membantu penanganan banjir di Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara, sembari menunggu keputusan bupati terkait penetapan status tanggap darurat.
“Pemerintah hari ini seluruh pimpinan OPD sudah berkonsentrasi di Halmahera Barat dan Halmahera Utara, sambil menunggu keputusan Bupati Halmahera Barat dan Halmahera Utara terkait penetapan kondisi darurat,” kata Sarbin .
Sarbin menambahkan, pemerintah provinsi juga telah menginstruksikan OPD terkait, seperti BPBD, Dinas Pangan, dan Dinas Sosial, untuk segera bergerak. Pada Kamis siang sekitar pukul 13.00 WIT, logistik bantuan diberangkatkan menuju Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, menggunakan kapal Basarnas.
“Logistik berasal dari Bulog dan insyaallah pukul 13.00 WIT sudah digeser ke lokasi,” ujarnya.
Sementara itu, fokus utama pemerintah saat ini adalah mengevakuasi warga terdampak banjir. Adapun kerusakan rumah dan fasilitas lainnya akan didata dan dikoordinasikan lebih lanjut.
“Untuk rumah dan kerusakan lainnya akan diskemakan. Jika itu menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten, maka akan dikoordinasikan. Namun jika menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, tentu akan kami tangani,” pungkasnya. (Rifal)