Next Post

Wagub Malut Soroti Beratnya Akses Antarwilaya Kepulauan

5b46693c-af8a-47f3-bf69-4a50a36167ae

Ternate— Istanafm.com. Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, menyoroti tantangan geografis yang dihadapi daerah kepulauan dalam sambutannya pada kegiatan Literasi di Ternate, Senin (11/05/2026).

Dalam sambutannya Wagub  menggambarkan panjangnya waktu tempuh antar wilayah di Maluku Utara yang sebagian besar masih bergantung pada transportasi laut.

KH. Sarbin Sehe juga mencontohkan, misalnya kita berada di Halmahera Timur menuju Halmahera Tengah, kita butuh waktu berjam-jam. Saat kita berada di Halmahera Tengah menuju Halmahera Utara juga membutuhkan waktu berjam-jam, ujarnya Wakil Gubernur Maluku Utara ini.

Menurut Wagub Sarbin Sehe, hanya empat Kabupaten yang berada di daratan Halmahera. Yakni Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Timur, dan Halmahera Tengah, yang bisa terhubung melalui jalur transpirtasi darat kata Wakil Gubernur.

Lanjut Wakil Gubernur Malut, Sementara enam Kabupaten Kota harus melalui jalur laut, untuk menjangkau satu wilayah dengan wilayah lainnya. Seperti Kabupaten Kepulauan Sula dan Taliabu misalkan. Kedua daerah ini menjangkau Kota Ternate, membutuhkan waktu hingga dua hari, ujar Wagub.

 

Selain jarak tempuh yang cukup memakan waktu, kadang kondisi lautnya juga sangat beresiko jika cuacanya lagi ekstrem. Kondisi geografis kepulauan inilah yang saat ini terus diperjuangkan bersama agar ada pengesahan Undang-Undang mengenai Provinsi Kepulauan, kata Wakil Gubernur Malut KH. Sarbin Sehe.

Lanjut Wagub agar regulasi yang diterapkan Pemerintah Pusat dapat mempertimbangkan daerah yang harus ditempuh melalui laut. Sehingga perjuangan Pengesahan UU Provinsi Kepulauan tersebut, terus disuarakan bersama sejumlah pihak di tingkat pusat, termasuk DPR RI, agar ada kebijakan alterrnatif bagi daerah kepulauan yang memiliki tantangan pembangunan berbeda dibanding wilayah daratan, kata KH. Sarbin Sehe.

Menurut Wakil Gubernur Malut, risiko transportasi laut jauh lebih tinggi sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam kebijakan pembangunan nasional. Meski demikian, ia menilai laut juga harus dijadikan kekuatan ekonomi masa depan karena sejak dahulu menjadi bagian penting dalam sistem perdagangan dan konektivitas global.

Wagub pun berharap media turut membantu menyuarakan pentingnya keberpihakan pembangunan bagi daerah kepulauan melalui literasi publik dan literasi politik. “Sudah saatnya ada keberpihakan terhadap wilayah laut agar pembangunan nasional bisa diwujudkan secara merata,” tegas Wakil Gubernur Maluku Utara. (Jaja On)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11