Ternate – istanafm.com. Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman mengajak pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih menjadikan koperasi sebagai penyangga utama ekonomi masyarakat. Menurut dia, semangat gotong royong yang menjadi dasar berdirinya koperasi tetap relevan untuk memperkuat perekonomian di tengah berbagai tantangan.
Pesan itu disampaikan Tauhid saat membuka rangkaian Hari Koperasi Nasional ke-79 di Taman Expo Koperasi, Jumat, 10 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Tauhid mengibaratkan koperasi sebagai soko guru atau tiang penyangga utama yang menopang bangunan. Filosofi tersebut, kata dia, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi fondasi gerakan koperasi sejak dicetuskan Wakil Presiden pertama Mohammad Hatta.
“Semangat koperasi dibangun atas asas kekeluargaan dan gotong royong. Itulah yang menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Tauhid mengatakan Pemerintah Kota Ternate telah membentuk 78 Koperasi Kelurahan Merah Putih sebagai tindak lanjut program nasional. Namun, pelaksanaannya menghadapi tantangan, terutama keterbatasan lahan untuk pembangunan gerai koperasi.
Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah memanfaatkan aset daerah yang tersedia sebagai kantor sementara koperasi agar aktivitas usaha tetap berjalan tanpa harus menunggu pembangunan gedung permanen.
Menurut Tauhid, koperasi tidak boleh berhenti hanya pada pembentukan kelembagaan. Yang lebih penting adalah memastikan koperasi memiliki usaha yang produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Ia mengutip pemikiran Mohammad Hatta yang menempatkan koperasi sebagai instrumen pemerataan ekonomi, bukan sekadar lembaga yang mengejar keuntungan. Karena itu, koperasi harus menjadi wadah usaha bersama yang mampu memperkuat posisi masyarakat dalam kegiatan ekonomi.
“Koperasi dibentuk untuk kesejahteraan bersama, bukan untuk kepentingan segelintir orang. Kalau koperasinya maju, masyarakatnya juga akan maju,” kata Tauhid.
Ia berharap seluruh pengurus koperasi di Kota Ternate terus memperkuat tata kelola organisasi, memperluas kemitraan dengan pelaku UMKM, serta memanfaatkan berbagai program pembiayaan agar koperasi dapat berkembang menjadi penggerak ekonomi di tingkat kelurahan. (Rifal)