Next Post

Air Kukuba Keruh, Aktivis Minta Tindakan Tegas

eda8366c-1d19-40d2-b71e-3424b270d330

Haltim – istanafm.com. Aktivitas industri PT Feni Haltim (FHT) diduga mencemari Kali Kukuba di kawasan Teluk Buli, Halmahera Timur. Dugaan pencemaran itu terjadi di wilayah Desa Buli Asal dan Wayafli, Kecamatan Maba, pada Sabtu, 2 Mei lalu.

Informasi yang dihimpun, PT FHT merupakan anak perusahaan PT Aneka Tambang (Antam) yang tengah membangun infrastruktur industri baterai kendaraan listrik di pesisir Halmahera Timur.

Pegiat Salawaku Institut, M. Said Marsaoly, mengatakan Kali Kukuba merupakan salah satu sumber utama yang menopang kehidupan biota laut di Teluk Buli. Namun, kondisi di bagian hulu kini disebut mengalami pencemaran akibat aktivitas perusahaan bersama subkontraktornya, PT Buka Bumi Konstruksi.

“Pencemaran ini terjadi karena pembukaan lahan untuk pembangunan pabrik baterai. Kejadian ini sudah berulang sejak Agustus tahun lalu, tapi belum ada penanganan serius,” kata Said, Senin, 4 Mei 2026.

Menurut dia, dampak pencemaran tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi berpotensi berlangsung lama. Laut yang selama ini menjadi sumber pangan utama masyarakat pesisir terancam, sehingga nelayan berisiko kehilangan mata pencaharian. Disamping itu, Ikan yang ditangkap berpotensi tercemar dan bahkan mengancam kehidupan masyarakat yang bergantung pada laut.

Said menilai, situasi ini tidak terlepas dari dorongan proyek strategis nasional yang dinilai mengabaikan dampak lingkungan di tingkat lokal.

“Kami melihat ini sebagai dampak dari ambisi proyek yang disebut ramah lingkungan, tetapi mengabaikan risiko ekologis di lapangan,” katanya.

Ia juga menyoroti lemahnya kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang dinilai tidak partisipatif dan cenderung diputuskan secara sepihak oleh pemerintah pusat.

Salawaku Institut mendesak penghentian sementara aktivitas perusahaan serta dilakukannya pemulihan lingkungan secara menyeluruh. Selain itu, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten diminta mengambil langkah tegas terhadap perusahaan.

“Pembangunan industri baterai tidak boleh mengabaikan keselamatan warga dan keberlanjutan lingkungan. Harus ada tindakan tegas dan pemulihan yang nyata,” ujar Said. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11