Next Post

Akademisi Unkhair Ingatkan Ancaman Ekologis Tambang Nikel di Pegunungan Wato-wato

15a8bc56-f741-4155-9a3a-2affdb834a07

Ternate – istanafm.com. Akademisi kehutanan Universitas Khairun, Much. Hidayah Marasabessy, mengingatkan ancaman kerusakan ekologis di Pegunungan Wato-wato, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, menyusul rencana operasi tambang nikel PT Priven Lestari.

Menurut Hidayah, kawasan Pegunungan Wato-wato merupakan daerah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Sangaji yang berperan penting menjaga keseimbangan lingkungan di sebagian wilayah Halmahera Timur dan Halmahera Tengah.

“Perubahan landscape yang terjadi tentunya sangat mempengaruhi keadaan watershed bagian tengah hingga hilir,” kata Hidayah kepada Istana FM, Jumat, 29 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pembukaan kawasan hutan di wilayah atas DAS akan meningkatkan sedimentasi akibat limpasan air saat curah hujan tinggi. Berdasarkan data curah hujan periode 2002–2007 milik PT Yudistira dan PT Minerina BM, rata-rata curah hujan di kawasan itu mencapai lebih dari 200 milimeter per bulan dengan hari hujan di atas 10 hari, termasuk pada musim kemarau.

Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan material dari kawasan pegunungan terbawa menuju sungai Sangaji hingga Teluk Buli.

Selain sedimentasi, pembukaan hutan untuk pembangunan infrastruktur tambang seperti jalan hauling juga dinilai berdampak terhadap kualitas air sungai. Salah satu dampak yang paling umum ialah meningkatnya Total Dissolved Solids (TDS) atau zat padat terlarut yang mengubah tingkat kecerahan air.

Hidayah juga menyoroti ancaman terhadap keragaman hayati di Pegunungan Wato-wato yang disebut sebagai salah satu kawasan Key Biodiversity Area (KBA) di Pulau Halmahera.

“Berbagai jenis aves, herpetofauna hingga mamalia akan kehilangan habitatnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, masyarakat adat O’Hongana Manyawa yang selama ini bergantung pada kawasan hutan juga dinilai terancam kehilangan ruang hidup dan budaya mereka.

Ia menambahkan, dampak lingkungan di wilayah hulu DAS Sangaji berpotensi memicu banjir, genangan hingga longsor di kawasan tengah dan hilir yang menjadi lokasi perkebunan serta permukiman warga. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11