Ternate – istanafm.com. Penyanyi dan penulis lagu asal Ternate, Maluku Utara, Alam Zulkarnain, merilis album digital perdananya bertajuk Limerence, Jumat malam, 1 Mei 2026. Peluncuran album ini dirangkaikan dengan pemutaran dua video musik di Renzo Coffee dan Eatery.
Album Limerence memuat sembilan lagu yang dikerjakan Alam sejak 2019. Dua lagu utama yang diperkenalkan adalah “Cinta Tra Sampe”, ciptaan ayahnya, Zulkarnain Soleman, serta “Manusia Terkuat di Bumi” yang didedikasikan untuk kedua orang tuanya.
“Sejak 2019 saya aktif merilis karya. Setelah hampir tujuh tahun, akhirnya bisa merilis full album dengan sembilan lagu,” kata Alam kepada Istana FM.
Ia menjelaskan, perilisan album dan dua video musik dilakukan serentak pada 1 Mei 2026. Menurut dia, langkah ini diharapkan dapat memperkenalkan lebih luas karya-karyanya kepada publik, khususnya pendengar musik di Maluku Utara.
Alam mengatakan, judul Limerence diambil dari istilah psikologi yang merujuk pada perasaan terobsesi terhadap seseorang tanpa balasan. Namun, ia berharap makna album tersebut justru berujung bahagia bagi para pendengarnya.
“Semoga yang mendengarkan musik di album ini bisa merasakan hal yang berbeda dan tetap produktif dalam berkarya,” ujarnya.
Dalam proses produksi, Alam mengakui menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait keterbatasan fasilitas rekaman dan biaya produksi di Maluku Utara. Ia menyiasati hal itu dengan merilis karya secara bertahap setiap tahun, lengkap dengan video musik.
“Kalau saya rilis lagu, harus sekalian dengan video klip supaya visualisasinya bisa membantu orang memahami makna lagu,” kata dia.
Selain itu, ia menyoroti minimnya promosi karya musisi lokal. Menurut Alam, banyak karya yang hanya dipromosikan saat peluncuran, lalu tidak berlanjut.
“Ke depan saya ingin lebih konsisten mempromosikan karya, supaya bisa menjangkau lebih banyak pendengar,” ujarnya.
Lewat video musiknya, Alam juga mengangkat sejumlah destinasi wisata di Ternate, seperti Taman Love, Pantai Masirete, dan kawasan pohon cengkeh. Ia berharap langkah ini dapat turut memperkenalkan potensi pariwisata daerah.
Alam pun mendorong pemerintah daerah agar lebih memberi ruang dan dukungan bagi musisi lokal, terutama dalam hal pembiayaan produksi dan promosi.
“Harapannya, pemerintah bisa melihat potensi anak muda Maluku Utara dan memberi dukungan yang lebih terbuka,” katanya.
Bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, Alam menyampaikan pesan kepada para pekerja, termasuk pekerja seni, untuk tetap semangat dalam mengejar cita-cita.
“Sebagai musisi, saya juga pekerja seni. Semoga semua pekerja tidak pernah menyerah dalam meraih mimpi,” ujar dia. (Rifal)