Next Post

Alwia Assagaf Diberhentikan, Rosita Alkatiri Pimpin Sementara RSUD Chasan Boesoirie

7bde9b57-bac7-4318-9ef5-39d9aa4123db

Ternate – istanafm.com. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Chasan Boesoirie Maluku Utara, dr. Rosita Alkatiri M.Kes, menyatakan komitmennya memperkuat tata kelola pelayanan kesehatan yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dalam pernyataan resminya, Selasa, 28 April 2026, Rosita mengatakan jabatan yang diembannya bukan sekadar tanggung jawab administratif, melainkan bentuk pengabdian bersama untuk menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas dan humanis.

“RSUD Chasan Boesoirie bukan hanya institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga ruang pengabdian bersama. Karena itu dibutuhkan sinergi seluruh elemen, baik tenaga medis, tenaga kesehatan, manajemen, pemerintah daerah, maupun masyarakat,” kata Rosita.

Ia menilai rumah sakit milik pemerintah provinsi itu harus terus berkembang agar mampu menjawab kebutuhan publik secara optimal. Menurut dia, visi rumah sakit sebagai institusi unggulan dalam pelayanan, pendidikan, pelatihan, dan penelitian menuju Maluku Utara yang maju dan berdaya saing harus diterjemahkan ke dalam kerja kolektif yang terukur.

Rosita mengatakan tantangan sektor kesehatan saat ini semakin kompleks sehingga pendekatan parsial tidak lagi relevan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan budaya kerja yang saling mendukung.

“Rumah sakit yang besar lahir dari kolaborasi yang besar pula. Semua pihak memiliki peran penting dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, aman, dan manusiawi,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar itu.

Dalam masa kepemimpinannya, Rosita memaparkan sejumlah prioritas, yakni penguatan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien, pembenahan tata kelola internal organisasi, serta peningkatan disiplin dan budaya kerja profesional. Ia juga menargetkan peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta penguatan fungsi rumah sakit sebagai pusat pendidikan dan penelitian kesehatan di Maluku Utara.

Selain itu, ia menilai komunikasi yang terbuka dengan pegawai maupun masyarakat luas penting dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap rumah sakit.

“Kami menyadari bahwa membangun pelayanan kesehatan yang unggul membutuhkan proses dan dukungan bersama. Sinergi dan kolaborasi adalah kunci demi kemajuan RSUD Chasan Boesoirie,” katanya.

Dilansir dari RRI.co.id Ternate, sebelumnya Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda memberhentikan dr Alwia Assagaf dari jabatan Direktur RSUD Chasan Boesoirie. Pemberhentian tersebut berlaku efektif sejak 27 April 2026 berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 800.1.3.3/KEP-MU/004/IV/2026 yang ditandatangani pada 24 April 2026.

Rosita menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh jajaran rumah sakit menjaga integritas dan ketulusan dalam melayani masyarakat.

“Pelayanan kesehatan bukan hanya soal sistem dan fasilitas, tetapi juga tentang hati,” ujarnya. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11