Next Post

ANKAM Soroti Krisis Sampah di Pantai Kalumata, 150 Karung Berhasil Dikumpulkan

183d68a2-362a-41d7-b04a-5429820204d1

Ternate – istanafm.com. Komunitas Anak Muda Sadar Sampah (ANKAM) bersama Telkomsel Ternate menggelar aksi clean up di Pantai Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Sabtu, 6 Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut, relawan berhasil mengumpulkan sekitar 150 karung sampah yang didominasi plastik dari kawasan pesisir.

Ketua ANKAM, Fajar Megantara Wiradisastra, mengatakan kegiatan itu merupakan aksi bersih pantai kedua yang dilaksanakan melalui kolaborasi ANKAM dan Telkomsel pada tahun ini. Pantai Kalumata dipilih karena masih dipenuhi sampah yang tersebar di sepanjang garis pantai.

“Prioritas kami di tahun kedua kerja sama dengan Telkomsel adalah melakukan aksi bersih sampah di kawasan pesisir. Kami melihat masih banyak pantai yang dipenuhi sampah, salah satunya Pantai Kalumata,” kata Fajar kepada Istana FM.

Menurut dia, Pantai Kalumata merupakan kawasan yang memiliki nilai wisata karena berbatasan langsung dengan Benteng Kalumata dan berada di sekitar lokasi Kelana Cafe yang kerap dikunjungi masyarakat. Namun, kondisi pesisir justru dipenuhi sampah plastik yang mencemari kawasan tersebut.

Fajar menyebutkan aksi bersih pantai berhasil mengumpulkan sekitar 150 karung sampah atau setara satu truk besar milik Dinas Lingkungan Hidup. Meski demikian, jumlah itu belum mencakup seluruh sampah yang berada di lokasi karena keterbatasan waktu dan jumlah relawan.

“Alhamdulillah sudah terkumpul sekitar 150 karung. Itu pun belum semua karena kami memiliki keterbatasan waktu dan sumber daya manusia,” ujarnya.

Selain membersihkan pantai, relawan juga memberikan edukasi kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Sosialisasi dilakukan mengenai cara mengelola sampah organik dan anorganik serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir.

Fajar menilai kondisi Pantai Kalumata menjadi peringatan serius bagi pemerintah. Menurutnya, banyak sampah yang terbawa arus laut maupun aliran sungai atau barangka hingga bermuara di kawasan pantai.

“Ini menjadi alarm keras bahwa di tengah kota dan dekat dengan objek wisata masih banyak sampah plastik yang berhamburan. Harus ada solusi konkret untuk memperbaiki pengelolaan sampah dari hulu sehingga tidak terus bermuara di pantai,” katanya.

Ia menjelaskan Kota Ternate memiliki banyak aliran sungai kecil yang saat hujan membawa sampah menuju pesisir. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat mengancam sektor pariwisata yang menjadi salah satu potensi utama daerah.

“Kalau pantai kita kotor, apa yang mau kita jual kepada wisatawan? Salah satu daya tarik Ternate adalah pantai dan bawah lautnya. Karena itu kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Fajar juga mengajak pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan komunitas lingkungan dalam menyelesaikan persoalan sampah. Ia menilai penanganan sampah tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Kami siap membantu pemerintah menyelesaikan persoalan sampah di Kota Ternate. Sudah saatnya pemerintah berkolaborasi dengan komunitas lingkungan agar kita bersama-sama mencari solusi terbaik,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Fajar menegaskan pemerintah segera mengambil langkah nyata karena persoalan sampah di Kota Ternate telah memasuki tahap yang memerlukan penanganan cepat.

Menurut dia, lingkungan yang bersih menjadi warisan penting bagi generasi mendatang sekaligus penopang sektor pariwisata daerah. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11