Ternate – istanafm.com. Pelaksanaan cabang olahraga pencak silat pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 berakhir di Auditorium SMA Negeri 5 Kota Ternate, Jumat, 3 Juli 2026. Pertandingan berlangsung lancar dengan melibatkan enam dewan juri berlisensi daerah dan nasional.
Enam juri tersebut terdiri atas empat juri berlisensi Provinsi Maluku Utara dan dua juri berlisensi nasional. Mereka menilai penampilan atlet berdasarkan standar pertandingan jurus tunggal pencak silat.
Salah seorang juri nasional, Jakaria, mengatakan penilaian difokuskan pada tiga aspek utama, yakni ketepatan urutan jurus, stamina, dan penghayatan dalam setiap gerakan.
“Ketiga aspek tersebut menjadi poin penting dalam penilaian. Saat ini kami masih menggunakan sistem penilaian manual karena perangkat digital membutuhkan biaya yang cukup besar. Meski begitu, proses penilaian tetap berjalan dengan baik dan profesional,” kata Jakaria.
Juri lainnya, Ramat, menjelaskan setiap atlet memulai pertandingan dengan nilai dasar 100 poin. Nilai tersebut kemudian dikurangi apabila ditemukan kesalahan teknik, ketidaktepatan gerakan, kurangnya kerapian, maupun penurunan stamina selama penampilan.
“Setiap gerakan yang tidak sesuai standar akan mengurangi nilai awal hingga diperoleh nilai akhir masing-masing atlet,” ujarnya.
Delegasi Teknik Cabang Olahraga Pencak Silat, Maruf A. Kahar, kemudian mengumumkan para pemenang O2SN tingkat Provinsi Maluku Utara tahun ini.
Pada nomor tunggal putra, medali emas diraih M. Aska Aulia dari Kota Ternate. Medali perak menjadi milik Mochammad Julfikar Tomagola dari Halmahera Barat, sedangkan dua medali perunggu diraih Wahyu Prayoga Darmawan dari Pulau Morotai dan M. Sahril Hamam dari Halmahera Utara.
Sementara pada nomor tunggal putri, medali emas diraih Nyoman Huzaimah S. Febrianti dari Halmahera Barat. Medali perak diperoleh Lutvia Azri dari Kota Ternate. Adapun medali perunggu diraih Era Erita Agustina dari Halmahera Timur dan Aprilia Syaban dari Halmahera Utara.
Maruf mengatakan O2SN merupakan bagian dari pembinaan atlet pelajar secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Menurut dia, pencak silat menjadi salah satu cabang olahraga yang memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet berprestasi.
Ia mengapresiasi seluruh peserta, pelatih, dan dewan juri karena pertandingan berlangsung tertib dan tidak diwarnai protes dari kontingen.
“Seluruh hasil diterima dengan baik karena setiap atlet dinilai langsung oleh enam juri sesuai standar penilaian yang berlaku. Ini menunjukkan proses pertandingan berjalan objektif dan profesional,” katanya.
Maruf berharap Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus memperkuat pembinaan olahraga di sekolah, khususnya melalui kegiatan ekstrakurikuler pencak silat. Menurut dia, pembinaan yang berkelanjutan akan membuka peluang lahirnya atlet pelajar yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Potensi atlet pelajar Maluku Utara sangat besar. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan seleksi yang konsisten, kami optimistis akan lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” ujar Maruf. (Rifal)