Ternate- Istanafm.com. Polemik Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Ternate mendapat sorotan publik, salah satunya datang dari Praktisi Hukum (PH) Maluku Utara, Bahtiar Khusni. Bahkan, Bahtiar dengan tegas menyentil pernyataan Wali Kota Ternate, Dr. Hi. Tauhid Soleman yang menurutnya tidak menyetuh pada substansi yang disoroti Polda Maluku Utara.
Bahtiar menjelaskan bahwa, Wali Kota Ternate, Dr. Tauhid Soleman, terkesan mencari kebenaran dengan memberikan penjelasan secara normatif terkait dengan hal dan kewajiban antara pemerintah Kota dan masyarakat. Namun, penjelasan walikota justru tidak berbanding lurus dengan fakta yang terjadi dilapangan yang saat ini sedang disoroti oleh Polda Maluku Utara.
“Polda soroti PJU yang tersebar di Kota Ternate banyak yang tidak aktif. Salah satunya Penerangan Jalan Umum (PJU) dijalan Baru Mangga Dua, Ternate Selatan yang tidak berfungsi, tetapi kewajiban warga tetap membayar melalui potongan tarif listrik di PT. PLN persero Cabang Ternate. Hal ini yang menjadi sorotan Polda Maluku Utara,” kata Bahtiar.
Bahtiar bahkan mengatakan, penjelasan Walikota Ternate Dr. Hi. M. Tauhid Soleman, terkait dengan potongan tarif dan kewajiban pemerintah mengembalikan ke masyarakat dengan batas maksimal 10 persen, hal tersebut dapat dibenarkan secara administrasi. Tetapi faktanya adalah, kewajiban warga tetap dilaksanakan setiap bulan. Tetapi yang menjadi fokus masalah adalah dari tahun ke tahun, sebagian besar PJU tidak aktif dan bahkan pada ruas tertentu belum ada PJU. “Yang disampaikan Wali Kota Ternate, dibenarkan secara administrasi. Namun, pernyataan walikota tidak menggugurkan sorotan Kapolda Maluku Utara, terkait dengan PJU yang tidak aktif sehingga terjadi rawan kecelakaan dan tingginya kriminalisasi di Kota Ternate kata Bahtiar
Lanjut Pengacara Kondang Bahtiar Khusni, bahwa masalah PJU ini bukan persoalan baru, sehingga dirinya mendesak kepada Kapolda Maluku Utara, untuk lebih serius dan lebih pada fakta yang terjadi saat ini dilapangan.
“Masalah ini kita kawal bersama, dan Polda Maluku Utara secepatnya mengungkap siapa yang lebih bertanggungjawab atas persoalan ini,” tegas Bahtiar Khusni. (Jaja On)