Ternate — istanafm.com. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate mencatat produksi perikanan non pelabuhan pada semester II 2025 mencapai 12.327.968 kilogram atau sekitar 12.327 ton. Produksi tersebut berlangsung sepanjang Juli hingga Desember 2025 dengan nilai produksi tercatat Rp25.728.634.
Kepala Bidang Pengelolaan dan Perikanan Tangkap DKP Kota Ternate, Bukhari Soleman, mengatakan produksi perikanan non pelabuhan sempat mengalami fluktuasi setiap bulan. Pada Juni 2025, produksi tercatat sebesar 2.165.618 kilogram atau sekitar 2.165 ton dengan nilai produksi Rp32.922.381.
Produksi kemudian meningkat pada Agustus 2025 menjadi 2.307.615 kilogram atau 2.307 ton dengan nilai produksi Rp34.116.061. “Untuk bulan September 2025, produksi non pelabuhan mencapai 2.283.382 kilogram dengan nilai produksi Rp34.168.935,” kata Bukhari kepada Istana FM saat dikonfirmasi pada Selasa, 6 Januari 2026.
Namun, tren produksi mulai menurun pada Oktober 2025. Pada bulan tersebut, produksi perikanan non pelabuhan hanya mencapai 2.005.544 kilogram atau sekitar 2.005 ton dengan nilai produksi Rp30.698.418. Penurunan berlanjut pada November 2025 dengan jumlah produksi 1.861.102 kilogram atau 1.861 ton dan nilai produksi Rp28.548.115.
“Pada Desember 2025 kembali menurun hingga 1.704.707 kilogram atau 1.704 ton dengan nilai produksi Rp25.728.634,” ujar Bukhari.
Selain perikanan non pelabuhan, DKP Kota Ternate juga mencatat produksi perikanan pelabuhan. Namun hingga kini, data produksi perikanan pelabuhan semester II 2025 masih dalam proses perampungan.
Bukhari belum merinci penyebab penurunan produksi tersebut. Ia menyebut, secara umum produktivitas perikanan dapat dipengaruhi berbagai faktor, antara lain perubahan iklim, penyakit dan kematian ikan, praktik penangkapan berlebih, penurunan kualitas perairan, penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, serta faktor ekonomi. (Rifal)