Ternate- Istanafm.com. Harga Barito di Pasar Inpres Bastiong Ternate, Provinsi Maluku Utara, harganya mulai melambung, melampaui harga dihari- hari biasanya. Namun saat memasuki Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi, kenaikan Harga Barito dipasaran cukup tinggi. Salah satunya di Pasar Inpres Bastiong.
Bahkan Harga Cabe Keriting jauh lebih mahal dari biasanya. Di Pasar Inpres Bastiong Harga Barito jauh lebih mahal, ketimbang di Pasar Sabi-Sabi di Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah.
Harga Cabai Keriting di Pasar Inpres Bastiong mendominasi harga Barito di Pasar Inpres Bastiong. Bahkan harga Cabai Keriting berada pada posisi kedua dengan harga Rp.80.000 per kilo, sementara harga Cabai Rawit masih tetap pada angka Rp.100.000 per kilo.
Sementara harga Bawang Merah dan Bawang Putih per Kilo dipasarkan dengan harga Rp.70.000 per kilo untuk Bawang Putih dan Rp.80.000 perkilo untuk Bawang Merah. Sementara Tomat masih diatas Rp. 25.000 per kilo.
Dan harga Barito di Pasar Inpres Bastiong, bila dibandingkan dengan Harga Barito dipasar Sabi-Sabi perbedaan harganya cukup jauh, lebih murah di Pasar Sani-Sabi ketimbang Pasar Inpres.
Hasnah salah pengunjung Pasar Bastiong kepada Istanafm.com Sabtu 21/02/2026, menjelaskan bahwa, “penjual Barito di Pasar Inpres Bastiong, mematok harga jauh lebih mahal bila dibandibgkan dengan Pasar Sabi-Sabi,” ujar Hasnah.
Hasnah juga mencontohkan perbandingan harga, seperti Bawang Putih dan Bawang Merah maupun Tomat. Di Pasar Sabi-Sabi harga Bawang Merah dijual dengan harga Rp.60.000 per kilo, sementara Bawang putih Rp.50.000 per kilo, dan Tomat hampir mencapai Rp.20.000 per kilo, ujar Hasnah.
Hasnah juga menambahkan, “jika berbelanja di Pasar Impres Bastiong, kalau hanya Rp.100.000 , maka belum mencukupi kebutuhan keluarga. Baik untuk Sayur maupun bumbu,” ujarnya.
Ditempat terpisah salah satu penjual Barito di Pasar Inpres Bastiong, Ima Muksin kepada Istanafm.com menjelaskan bahwa, Harga Barito di pasar Inpres Bastiong, dikeluhkan pembeli karena mahal.
“Bukan kami pedagang mau mencari keuntungan yang lebih besar. Tetapi Barito yang kami jual juga diambil dari tangan ketangan, sehingga perbedaan harga itu hal yang wajar dalam hukum Ekonomi,” ujar Ibu muda ini. (Jaja On)