Ternate – istanafm.com. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kelas II Sultan Babullah Ternate mengingatkan masyarakat di wilayah Maluku Utara untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang diperkirakan terjadi pada 16 sampai 19 Mei 2026.
Prakirawan Cuaca BMKG Kelas II Sultan Babullah Ternate, Fahmi Bachdar, mengatakan dalam beberapa hari terakhir hampir seluruh wilayah Maluku Utara terpantau dipenuhi konsentrasi awan hujan. Kondisi itu menyebabkan sebagian besar wilayah mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
“Kondisi ini diakibatkan salah satunya oleh faktor lokal, yakni suhu muka laut di perairan Maluku Utara yang masih cukup hangat sehingga menjadi penyuplai pembentukan awan hujan,” kata Fahmi kepada Istana FM, Sabtu, 16 Mei 2026.
Selain faktor suhu muka laut, BMKG juga mencatat adanya konvergensi atau belokan angin di wilayah Maluku Utara yang turut memicu pembentukan awan hujan. Faktor lain yang mempengaruhi kondisi cuaca adalah Madden Julian Oscillation atau MJO yang saat ini berada pada fase tiga menuju fase empat.
Menurut Fahmi, fase tersebut umumnya meningkatkan potensi hujan di hampir seluruh wilayah Maluku Utara dengan intensitas ringan hingga lebat.
BMKG memprediksi potensi hujan lebat masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan di sejumlah wilayah, di antaranya Morotai, Loloda, Ibu, Sahu, dan Pulau Taliabu pada 16 Mei 2026.
Sementara pada 17 Mei, potensi hujan diperkirakan meluas ke wilayah Halmahera Barat seperti Loloda, Ibu, Sahu, Jailolo, serta Halmahera Timur, Maba, Bacan, Kasiruta, Obi, dan Taliabu.
Adapun pada 18 Mei, BMKG memprediksi hujan lebat masih berpotensi terjadi di Morotai, Galela, Tobelo, Ibu, Jailolo, Oba, Kota Ternate, Tidore Kepulauan, Weda, Patani, Gane, Bacan, hingga Obi.
Selain cuaca darat, BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk di perairan Maluku Utara. Meski tinggi gelombang secara umum masih berada pada kisaran 0,5 hingga 1 meter, kondisi cuaca ekstrem dapat memicu angin kencang, badai petir, dan hujan lebat secara tiba-tiba.
“Gelombang laut umumnya masih cukup aman, tetapi tetap waspada apabila terjadi cuaca buruk yang dapat memicu angin kencang dan badai petir,” ujar Fahmi.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, agar berhati-hati dalam beraktivitas selama beberapa hari ke depan. Warga yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
“Untuk masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir maupun longsor agar tetap waspada dan selalu tanggap terhadap kondisi lingkungan sekitar,” katanya. (Rifal)