Next Post

Dekan FEB Unkhair Ajak Mahasiswa Tingkatkan Literasi Keuangan

7867cdf1-5689-42fe-9169-927f956dbbd5

Ternate – istanafm.com. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun, Muhsin N. Bailussy, mengingatkan mahasiswa agar meningkatkan literasi keuangan untuk menghindari kerugian besar akibat maraknya penipuan investasi.

Pesan itu disampaikan Muhsin dalam kegiatan literasi dan edukasi keuangan yang digelar di Aula FEB Unkhair Kampus II, Ternate, Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan Maluku Utara, Adi Surahmat.

Dalam sambutannya, Muhsin menekankan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap risiko serta regulasi di sektor keuangan. Menurut dia, rendahnya literasi keuangan kerap menjadi celah masuknya praktik penipuan investasi yang menimbulkan kerugian besar, terutama bagi generasi muda.

“Mahasiswa harus memahami risiko dan aturan dalam dunia keuangan agar tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan instan,” kata Muhsin.

Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang dapat menyebarkan informasi keuangan yang benar kepada masyarakat. Kehadiran OJK di Maluku Utara, menurut Muhsin, menjadi peluang besar bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mengenal lebih jauh sektor jasa keuangan, mulai dari perbankan hingga pasar modal.

“Selain sebagai pengawas, OJK juga berperan penting dalam perlindungan konsumen dan edukasi keuangan. Ini penting untuk menciptakan stabilitas sistem keuangan yang sehat,” ujarnya.

Muhsin juga mengungkapkan rencana kolaborasi antara Unkhair dan OJK dengan mengirim mahasiswa sebagai Duta Literasi Keuangan pada 2026. Program ini diharapkan memberi pengalaman praktis bagi mahasiswa sekaligus membuka wawasan karir di sektor keuangan. “Program magang dan kolaborasi riset di sektor keuangan akan memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap dinamika dunia keuangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala OJK Maluku Utara, Adi Surahmat, mengingatkan mahasiswa agar lebih peka terhadap literasi keuangan, terutama di tengah meningkatnya kasus penipuan investasi. Menurut dia, kelompok muda menjadi salah satu yang paling rentan terjebak investasi bodong.

Adi menyebutkan OJK telah membuka kantor di Maluku Utara sejak Oktober 2025, bersamaan dengan Papua Barat, sebagai upaya memperluas pengawasan dan edukasi keuangan di kawasan timur Indonesia. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar bijak menggunakan produk keuangan digital, termasuk layanan buy now, pay later, yang dapat berdampak pada catatan kredit di masa depan.

“OJK juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk berkarir di sektor jasa keuangan, baik di OJK maupun lembaga keuangan lainnya,” ujarnya.

Adi berharap kegiatan literasi keuangan tersebut memberi manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat Maluku Utara, sekaligus memperkuat ekosistem keuangan yang sehat dan berkelanjutan. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11