Ternate – istanafm.com. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate mengakui masih terjadi keterlambatan pengangkutan sampah di sejumlah titik dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dipicu oleh kendala operasional armada pengangkut yang digunakan untuk melayani wilayah Kota Ternate.
Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Ternate, Asmal, mengatakan keterlambatan pengangkutan sampah sebagian besar disebabkan gangguan teknis pada kendaraan operasional, terutama kerusakan ban yang menghambat aktivitas petugas di lapangan.
“Memang ada keterlambatan di beberapa titik yang belum sempat kami lakukan pengangkutan. Salah satu kendala paling vital adalah masalah kendaraan, misalnya ban bocor saat proses pengangkutan berlangsung,” kata Asmal saat ditemui Istana FM di Kantor DLH Kota Ternate, Rabu, 3 Juni 2026.
Menurut dia, kerusakan ban yang terjadi pada pagi hari kerap membuat jadwal pengangkutan bergeser hingga siang atau sore hari. Pasalnya, proses perbaikan harus menunggu bengkel mulai beroperasi.
Meski demikian, Asmal mengatakan pihaknya terus berupaya meminimalkan dampak keterlambatan tersebut agar pelayanan persampahan tetap berjalan. Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik maupun laporan terkait titik-titik yang belum terlayani.
“Kalau ada keterlambatan, saya membuka kesempatan kepada warga untuk mengkritisi dan melaporkan. Persoalan lingkungan adalah tanggung jawab bersama dan kami akan merespons setiap laporan yang masuk,” ujarnya.
Selain faktor armada, Asmal menilai persoalan sampah di Kota Ternate juga dipengaruhi oleh perilaku sebagian masyarakat yang masih membuang sampah tidak sesuai waktu yang telah ditentukan. Padahal, DLH telah mengimbau warga untuk membuang sampah pada malam hari agar pengangkutan dapat dilakukan secara maksimal pada dini hari hingga pagi.
Menurut dia, setelah petugas mengosongkan tempat penampungan sementara (TPS), masih ditemukan sampah baru yang dibuang warga pada pagi dan siang hari. Akibatnya, tumpukan sampah kembali terlihat meski sebelumnya telah diangkut.
“Kadang subuh sudah dibersihkan, tetapi pagi sampai siang hari TPS kembali penuh karena ada warga yang membuang sampah setelah pengangkutan selesai,” katanya.
Asmal menyebut saat ini DLH Kota Ternate mengoperasikan sekitar 15 unit truk pengangkut sampah, ditambah kendaraan amrol dan sejumlah mobil pikap. Untuk mengoptimalkan pelayanan, beberapa armada bahkan dioperasikan dengan sistem pergantian sopir hingga dua shift dalam sehari.
Menurut dia, upaya tersebut dilakukan karena volume sampah di Kota Ternate terus meningkat dan membutuhkan pelayanan yang berlangsung hampir sepanjang hari.
Namun demikian, ia menilai keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mematuhi aturan pembuangan sampah.
“Kota ini milik kita bersama. Kalau masyarakat tertib membuang sampah sesuai waktu dan tempat yang ditentukan, maka penanganan sampah akan jauh lebih mudah dan kota bisa tetap bersih,” ujar Asmal.
Ia menegaskan DLH akan terus melakukan pembenahan terhadap pelayanan persampahan, termasuk memperbaiki kendala operasional yang terjadi di lapangan. Menurut dia, kebersihan kota merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
“Persoalan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah. Semua warga Kota Ternate memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kota tetap bersih, sehat, dan nyaman,” katanya. (Rifal)