Ternate — istanafm.com. Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurlela Syarif, menyoroti keterbatasan infrastruktur di Kecamatan Pulau Hiri sebagai kendala utama pengembangan kawasan pariwisata.
Hal itu disampaikan setelah tim pansus RTRW melakukan peninjauan lapangan di Pulau Hiri. Menurut Nurlela, sejumlah fasilitas dasar belum memadai untuk mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami menemukan masih ada persoalan infrastruktur, terutama pelabuhan dan akses jalan yang belum terhubung dengan baik,” kata Nurlela, kepada Istana FM, Rabu, 15 April 2026.
Ia menyebut, akses transportasi laut menjadi kebutuhan mendesak mengingat Hiri merupakan wilayah kepulauan. Selain itu, sejumlah ruas jalan antarwilayah juga dilaporkan terputus, padahal menjadi jalur penghubung antar destinasi wisata.
Kondisi tersebut, kata dia, menghambat mobilitas masyarakat dan wisatawan, serta berdampak pada lambatnya pengembangan potensi ekonomi lokal.
Nurlela juga menyoroti minimnya fasilitas pendukung pariwisata, seperti penginapan, sarana transportasi yang terjangkau, serta infrastruktur dasar lainnya.
Menurut dia, penguatan infrastruktur harus menjadi prioritas dalam revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), agar pengembangan Hiri dapat berjalan terarah dan berkelanjutan.
“Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, potensi besar Hiri tidak akan berkembang maksimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai persoalan tersebut akan dibahas dalam uji publik revisi RTRW agar menjadi dasar perencanaan pembangunan ke depan. (Rifal)