Ternate – istanafm.com. Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 di Benteng Oranje, Ternate, Kamis, 3 September 2026. Festival ini menjadi rangkaian akhir program revitalisasi bahasa daerah yang telah dijalankan sejak 2025.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara Nukman mengatakan revitalisasi diawali dengan pengajaran kepada guru utama mengenai pembelajaran bahasa daerah di masing-masing kabupaten dan kota. Pengajaran tersebut melibatkan para maestro bahasa daerah.
“Setelah itu, para guru utama yang kemudian dibimtek ikut mengembangkan kepada rekan sejawatnya,” kata Nukman kepada Istana FM, Kamis, 3 September 2026.
Dari guru sejawat, pembelajaran kemudian diimbaskan kepada para siswa. Setelah proses pembelajaran berlangsung, pemerintah kabupaten dan kota menggelar festival secara berjenjang. Para pemenang di tingkat daerah selanjutnya mengikuti ekshibisi pada tingkat provinsi.
Nukman mengatakan keberlanjutan FTBI ke tingkat nasional pada 2027 belum dapat dipastikan. Jika festival nasional kembali digelar, peserta FTBI Maluku Utara tahun ini berpeluang menjadi delegasi daerah tersebut.
Menurut dia, FTBI terutama menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kemampuan menuturkan bahasa daerah. Upaya itu dinilai penting karena pembelajaran bahasa daerah sebagai muatan lokal di sekolah belum cukup kuat untuk menjamin keberlangsungan penggunaannya.
“Paling tidak ada ikhtiar kita untuk membumikan ini, mengajarkan kepada anak-anak dan membiasakan mereka menuturkannya, baik di ranah keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Nukman mengatakan pelindungan bahasa daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab Balai Bahasa. Pemerintah daerah juga perlu terlibat melalui pengajaran, festival, serta regulasi seperti peraturan daerah, peraturan bupati, atau peraturan wali kota.
Dalam peta bahasa nasional, Maluku Utara tercatat memiliki sekitar 19 bahasa daerah, dengan beberapa di antaranya berada dalam kondisi terancam punah. (Rifal)